Kasus Pendaki Slamet, Keluarga Tolak Autopsi

Jenazah pendaki Gunung Slamet meninggal dunia dipulangkan, keluarga menolak untuk di autopsi. (Beritasatu.com/Achmad Udin)
INDOSBERITA.ID.PURBALINGA – Keluarga pendaki remaja Syafiq Ali Razan (18) yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Gunung Slamet menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah almarhum. Setelah seluruh proses pemeriksaan awal selesai, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dipulangkan ke rumah duka di Kabupaten Magelang.
Syafiq ditemukan meninggal di lereng Gunung Malang, wilayah Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Jenazah terlebih dahulu dievakuasi oleh tim SAR gabungan melalui jalur Pos Gunung Malang sebelum dibawa ke RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.
Wakapolres Purbalingga Kompol Agus Amjat Purnomo menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan visum luar terhadap jenazah korban guna memastikan penyebab kematian. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun indikasi tindak pidana.
“Pemeriksaan visum luar telah dilakukan dan tidak ditemukan adanya unsur kekerasan pada tubuh korban,” ujar Kompol Agus kepada wartawan, Kamis (15/1/2026).
Berdasarkan hasil visum dan rangkaian penyelidikan, kepolisian menyimpulkan bahwa Syafiq meninggal dunia akibat kecelakaan saat melakukan aktivitas pendakian. Perkiraan waktu kematian korban diperkirakan terjadi sekitar 18 hari sebelum jenazah ditemukan, sejalan dengan lamanya proses pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan.
Setelah visum luar selesai, keluarga korban menyampaikan keputusan untuk tidak melanjutkan pemeriksaan autopsi maupun tindakan medis lanjutan. Keputusan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang disampaikan kepada pihak kepolisian.
Dengan adanya pernyataan tersebut, Polres Purbalingga secara resmi menyerahkan jenazah almarhum kepada keluarga. Kepolisian juga memastikan kesiapan pengawalan selama proses pemulangan jenazah menuju rumah duka di Kabupaten Magelang.
Peristiwa meninggalnya pendaki muda di Gunung Slamet ini sekaligus menutup operasi pencarian yang telah berlangsung hampir tiga pekan dan melibatkan berbagai unsur SAR serta relawan.




