Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Sungai Penuh Alami Penurunan

Photo Ilustrasi
INDOSBERITA.ID.SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus menaruh perhatian serius terhadap kasus kekerasan terhadap anak. Meski data terbaru menunjukkan penurunan, pemerintah mengingatkan agar upaya pencegahan tidak pernah berhenti, mengingat kekerasan dapat menimbulkan trauma jangka panjang bagi anak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Sungai Penuh, Alpiantri, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 tercatat 31 kasus kekerasan anak, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 41 kasus.
“Penurunan ini patut disyukuri, namun kita tidak boleh lengah. Upaya pencegahan harus terus ditingkatkan agar anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang aman dan nyaman,” ujarnya.Jumat (16/1/2026).
Alpiantri menekankan bahwa pencegahan kekerasan anak tidak bisa dilakukan sendiri. Semua pihak harus terlibat, mulai dari orang tua, masyarakat, dunia pendidikan, hingga pemerintah daerah.
“Orang tua memegang peran paling penting. Pola asuh yang tidak tepat bisa menjadi pemicu kasus kekerasan. Oleh karena itu, pemahaman dan pengetahuan orang tua tentang mendidik anak sangat krusial,” kata Alpiantri.
Pihak Dinas juga tengah mendorong berbagai program edukasi keluarga, sosialisasi, dan pendampingan, agar anak-anak bisa tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang.
Kepedulian masyarakat, dukungan sekolah, dan keterlibatan pemerintah daerah menjadi kunci utama agar Sungai Penuh menjadi kota yang ramah anak dan bebas kekerasan.




