Kakek Sakit di Bandung Barat Diangkut Ekskavator, Ini Penjelasan Bupati

Seorang lansia bernama Asmara Wijaya alias Abah Dalang (75) warga Kampung Curug Candung, Desa Jati, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang sedang sakit diangkut dengan ekskavator menuju fasilitas kesehatan, Sabtu (13/12/2025). (Beritasatu.com)
INDOSBERITA.ID.BANDUNG – Sebuah video viral menampilkan seorang kakek dibawa menggunakan alat berat ekskavator di pelosok Bandung Barat menuai perhatian publik. Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail atau dikenal Jeje Govinda, memberi penjelasan terkait peristiwa tersebut, Senin (15/12/2025).
Kakek yang dimaksud adalah Asmara Wijaya atau akrab dipanggil Abah Dalang (75), warga Kampung Curug Candung, Desa Jati, Kecamatan Saguling. Abah Dalang diketahui mengalami sakit lambung dan harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Jeje menjelaskan, rumah Abah Dalang berada di pinggir Waduk Saguling, tepat di area yang sedang dibuka jalurnya untuk pembangunan jembatan apung. “Akses menuju lokasi bukan karena jalan rusak, tetapi karena jalur masih dalam proses pembukaan, sehingga kendaraan roda dua atau empat tidak bisa lewat,” jelasnya.
Karena kondisi darurat, pekerja proyek dan warga setempat memanfaatkan ekskavator yang sedang berada di lokasi sebagai sarana transportasi sementara. “Atas pertimbangan darurat dan permintaan bersangkutan, Abah Dalang diangkut menggunakan ekskavator. Ini solusi sementara, bukan karena jalan rusak,” tegas Jeje.
Bupati sekaligus aktor ini menambahkan bahwa pembangunan jalur tersebut bertujuan mempermudah akses warga di kawasan tersebut. Ia menekankan bahwa penggunaan ekskavator hanya solusi sementara selama proses pembangunan.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (13/12/2025) dan langsung menjadi viral di media sosial, memicu berbagai tanggapan dari netizen. Meski unik dan mengejutkan, Bupati memastikan keselamatan Abah Dalang tetap menjadi prioritas utama.
Peristiwa ini pun menjadi pengingat pentingnya pembangunan infrastruktur di daerah terpencil untuk mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat.




