Jepang Targetkan Rudal di Yonaguni Beroperasi 2030

Jepang Targetkan Rudal di Yonaguni Beroperasi 2030

Pulau Yonaguni terletak di wilayah paling barat Jepang. (Japan-Guide)

INDOSBERITA.ID TOKYO  – Pemerintah Jepang menegaskan komitmennya untuk memperkuat pertahanan di wilayah barat daya dengan menempatkan sistem rudal darat-ke-udara di Pulau Yonaguni paling lambat tahun fiskal 2030. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis Tokyo dalam merespons dinamika keamanan di sekitar Selat Taiwan yang kian sensitif.

Pulau Yonaguni terletak sekitar 110 kilometer dari Taiwan dan menjadi titik terdekat wilayah Jepang dengan pulau yang diklaim Tiongkok tersebut. Dalam kondisi cuaca cerah, daratan Taiwan bahkan dapat terlihat dari pesisir Yonaguni. Posisi geografis ini menjadikan pulau kecil tersebut memiliki nilai strategis dalam pengawasan dan pertahanan kawasan.

Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, menyampaikan bahwa unit rudal yang akan ditempatkan di Yonaguni dirancang untuk memperkuat sistem pertahanan udara nasional. Sistem tersebut disebut memiliki kemampuan menjangkau radius sekitar 50 kilometer, dengan cakupan perlindungan menyeluruh dan kapasitas melacak banyak target secara simultan.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pertahanan yang diumumkan pemerintah Jepang pada 2022, namun untuk pertama kalinya kini disertai dengan target waktu yang lebih jelas. Penempatan sistem rudal tersebut akan bergantung pada kesiapan infrastruktur militer yang sedang dibangun di pulau itu.

Ketegangan di kawasan meningkat seiring memburuknya hubungan antara Tokyo dan Beijing dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi sebelumnya menyatakan bahwa Jepang dapat mengambil langkah pertahanan jika stabilitas Taiwan terancam. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Tiongkok.

Beijing secara konsisten menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menolak campur tangan pihak luar dalam isu tersebut. Ketegangan juga diperburuk oleh sejumlah kebijakan pembatasan perdagangan dan aktivitas militer yang saling ditunjukkan kedua negara.

Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang secara bertahap meningkatkan kehadiran militernya di Yonaguni. Pulau yang dahulu relatif sepi itu kini berfungsi sebagai pangkalan pengawasan perbatasan dan ditempati ratusan personel Pasukan Bela Diri Jepang. Selain sistem rudal, pemerintah juga merencanakan pembentukan unit perang elektronik untuk memperkuat kemampuan deteksi serta perlindungan komunikasi.

Para analis menilai, kebijakan ini mencerminkan perubahan signifikan dalam strategi pertahanan Jepang, terutama dalam menghadapi potensi eskalasi konflik di kawasan Indo-Pasifik. Pemerintah Jepang menegaskan bahwa langkah tersebut bersifat defensif dan bertujuan menjaga stabilitas regional.(Zr)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *