Jembatan Limpas Tertutup Lahar, Warga Tetap Menyeberang

Jembatan Limpas Tertutup Lahar, Warga Tetap Menyeberang

Banjir lahar dingin dari Gunung Semeru kembali muncul, setelah hujan turun di seputar wilayah aluran sungai Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat 16 Januari 2026. (Beritasatu.com/Ahmad Rifqi Danwanus K.)

INDOSBERITA.ID.LUMAJANG – Banjir lahar hujan kembali melanda sejumlah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru pada Rabu (18/2/2026) sore. Derasnya arus membawa material lumpur dan bebatuan vulkanik, mengakibatkan beberapa jalur penyeberangan warga tertutup dan aktivitas masyarakat terganggu.

Rekaman video amatir warga memperlihatkan derasnya aliran banjir menerjang Sungai Besuk Kobokan. Air berwarna cokelat pekat mengalir cepat sambil membawa material pasir, batu, dan lumpur dari kawasan hulu.

Di aliran Sungai Regoyo, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, warga terlihat tetap berupaya menyeberang demi kembali ke rumah masing-masing. Kondisi tersebut terjadi karena jembatan limpas di lokasi tertutup material lahar, sehingga akses utama tidak dapat difungsikan secara normal.

Situasi ini memicu kekhawatiran mengingat arus sungai masih cukup deras dan membawa material vulkanik yang berpotensi membahayakan keselamatan. Warga terpaksa berhati-hati saat melintas, terutama karena permukaan jembatan menjadi licin akibat endapan lumpur.

Luapan air Sungai Regoyo juga membuat warga Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, meningkatkan kewaspadaan. Debit air yang meningkat menyebabkan permukaan air naik hingga menutup bagian atas jembatan limpas, sehingga mobilitas warga sempat terhambat.

Salah seorang warga, Didik Hariyono, menuturkan jalur penyeberangan sebelumnya tidak bisa dilalui akibat tingginya debit air.

“Tadi air sampai meluap. Sekarang sudah bisa dilewati, tetapi tetap harus pelan karena jalannya licin dan penuh lumpur,” ujarnya.

Banjir lahar terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan puncak dan lereng Semeru. Material vulkanik yang sebelumnya mengendap terbawa arus ke sungai-sungai berhulu di gunung tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Is Nugroho, menyebutkan getaran banjir kali ini tercatat dengan amplitudo maksimum sekitar 15 milimeter berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

“Getaran banjir mencapai 15 milimeter. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan, namun tim reaksi cepat sudah kami turunkan untuk siaga di lokasi,” katanya.

Ia menambahkan, potensi banjir lahar susulan masih terbuka apabila curah hujan tinggi terus terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga yang bermukim di sekitar aliran sungai diimbau meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi rekomendasi dari PVMBG guna meminimalkan risiko bencana.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *