JCCI Apresiasi Program Makan Bergizi Gratis Indonesia

JCCI Apresiasi Program Makan Bergizi Gratis Indonesia

Sejumlah murid bersiap menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis 8 Januari 2026. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao./Joanito De Saojoao)

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Delegasi Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia yang kini menjangkau hampir 60 juta penerima manfaat setiap hari. Skala program tersebut dinilai luar biasa karena setara dengan hampir separuh jumlah penduduk Jepang.

Apresiasi itu disampaikan usai delegasi JCCI meninjau langsung operasional MBG, termasuk dapur produksi dan sistem distribusi makanan ke sekolah. Mereka menilai Indonesia mampu menjalankan program makan bergizi berskala sangat besar dalam waktu relatif singkat dengan tata kelola yang rapi dan terstruktur.

Penilaian tersebut disampaikan saat kunjungan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasir Putih, Sawangan, Depok. Delegasi menyaksikan seluruh rangkaian proses MBG, mulai dari pengolahan bahan makanan, pemorsian, hingga penyaluran ke sekolah penerima manfaat seperti Yayasan Bina Mulia.

Ketua delegasi JCCI, Hayashi Hiroto, menilai pedoman teknis dan standar operasional MBG di Indonesia sudah mendekati standar yang diterapkan di Jepang. Menurutnya, perbedaan utama terletak pada aspek teknis pengolahan makanan.

“Di Jepang, setiap menu diukur suhunya sebelum disajikan. Standarnya minimal 80 derajat celsius untuk memastikan keamanan pangan,” ujar Hayashi dalam keterangan resmi, Rabu (14/1/2026).

Selain memberikan apresiasi, delegasi JCCI juga menawarkan kerja sama berupa program magang bagi siswa SMK jurusan Tata Boga di Yayasan Bina Mulia serta pelatihan bagi kepala SPPG Badan Gizi Nasional (BGN). Kerja sama ini ditujukan sebagai upaya berbagi pengalaman dan peningkatan kualitas pengelolaan gizi.

Sebagai informasi, Jepang telah menjalankan program makan siang sekolah sejak 1889 atau lebih dari satu abad. Pengalaman panjang tersebut dinilai dapat menjadi referensi penting untuk memperkuat aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG di Indonesia.

Juru Bicara BGN Dian Fatwa menyambut positif apresiasi dan tawaran kolaborasi dari JCCI. Ia menilai keberhasilan MBG menunjukkan kapasitas Indonesia dalam mengelola program sosial berskala besar.

“Program MBG membuktikan Indonesia mampu menjalankan kebijakan masif dan kini menjadi rujukan studi banding. Kolaborasi dengan Jepang akan meningkatkan kualitas serta keamanan pangan, sekaligus mempererat hubungan bilateral,” ujarnya.

Kunjungan delegasi Jepang pun meninggalkan kesan mendalam. Mereka tampak tersentuh dengan sambutan para siswa serta antusiasme anak-anak saat menikmati makanan bergizi, yang menjadi indikator kuat bahwa program MBG diterima dengan baik oleh masyarakat.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *