Jambi Libatkan Penyuluh Agama Berantas Buta Al-Qur’an

Jambi Libatkan Penyuluh Agama Berantas Buta Al-Qur’an

Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima audiensi Gubernur Jambi, Al Haris bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Mahbub.

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jambi mulai memperkuat langkah sistematis untuk menekan angka buta aksara Al-Qur’an di tengah masyarakat. Melalui pelibatan ratusan penyuluh agama Islam, gerakan literasi Al-Qur’an dirancang menjangkau hingga lapisan masyarakat paling bawah.

Inisiatif ini mendapat dukungan penuh dari Menteri Agama Nasaruddin Umar. Ia menyatakan kesiapan Kementerian Agama untuk mengawal program tersebut agar berjalan efektif dan berkesinambungan. Dukungan itu disampaikan saat Gubernur Jambi Al Haris melakukan audiensi di Kantor Pusat Kemenag, Jakarta, Selasa (13/1/2026), bersama Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Mahbub.

Sebanyak 473 penyuluh agama Islam akan dipersiapkan sebagai fasilitator utama melalui pelatihan Training of Trainers (ToT) bertajuk “30 Menit Bisa Membaca Al-Qur’an”. Metode ini diharapkan mampu menghapus kesan belajar Al-Qur’an yang sulit dan memakan waktu lama.

Menurut Menag Nasaruddin Umar, penguatan literasi Al-Qur’an merupakan bagian penting dari tugas negara dalam membangun kehidupan keagamaan yang sehat dan inklusif. Penyuluh agama, kata dia, memiliki peran strategis karena keberadaannya dekat dengan realitas sosial masyarakat.

“Ketika penyuluh memiliki metode yang sederhana dan aplikatif, maka pembelajaran Al-Qur’an bisa dilakukan secara luas, cepat, dan merata, termasuk di desa-desa,” ujarnya.

Menag juga menilai bahwa membaca Al-Qur’an tidak dapat dipisahkan dari pembentukan karakter dan nilai spiritual masyarakat. Oleh sebab itu, pendekatan pembelajaran yang singkat namun terarah dinilai relevan dengan kebutuhan umat saat ini.

Ia menambahkan, program tersebut harus dikembangkan menjadi gerakan berkelanjutan yang terintegrasi dengan aktivitas keagamaan daerah. Kementerian Agama, lanjutnya, siap memberikan pendampingan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menyoroti tingginya angka masyarakat yang belum mampu membaca Al-Qur’an secara memadai. Berdasarkan data daerah, sekitar sepertiga warga Jambi masih mengalami kesulitan membaca Al-Qur’an, termasuk di kalangan pelajar tingkat SMP.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Karena itu, kami membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar gerakan ini masuk sampai ke rumah-rumah,” kata Al Haris.

Kolaborasi tersebut melibatkan Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi serta Dharma Wanita Persatuan Kemenag Provinsi Jambi, dengan harapan program dapat menyentuh keluarga dan komunitas secara langsung.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *