Jakarta Timur Perketat Pengamanan Saat Mudik Lebaran 2026

Pemerintah Kota Jakarta Timur menggelar apel deklarasi Gerakan Masyarakat Punya APAR (Gempar) di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Foto: ANTARA/Siti Nurhaliza.
INDOSBERITA.ID JAKARTA – Pemerintah Kota Jakarta Timur meningkatkan langkah antisipasi untuk menjaga keamanan lingkungan selama arus mudik Lebaran 2026. Fokus utama diarahkan pada perlindungan rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya, baik dari ancaman kebakaran maupun tindak kriminal.
Upaya ini dilakukan melalui sinergi antara aparat pemerintah daerah, TNI-Polri, serta masyarakat di tingkat RT dan RW. Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor guna memastikan wilayah tetap aman selama periode libur panjang Idulfitri.
“Kami minta camat dan lurah aktif berkoordinasi dengan pihak keamanan seperti kepolisian dan TNI untuk meningkatkan patroli, khususnya di kawasan permukiman yang banyak ditinggal mudik,” ujar Munjirin.
Selain patroli rutin, warga juga diimbau untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Salah satunya dengan melapor kepada pengurus setempat sebelum meninggalkan rumah, sehingga memudahkan pemantauan oleh petugas maupun warga sekitar.
Di sisi lain, aspek pencegahan kebakaran juga menjadi perhatian serius. Petugas terus mengingatkan masyarakat agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggal, seperti mematikan aliran listrik yang tidak diperlukan serta memastikan instalasi gas dalam kondisi baik.
Patroli yang dilakukan tidak hanya terpusat di titik-titik tertentu, tetapi menyasar langsung ke lingkungan permukiman hingga gang-gang kecil. Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi risiko selama musim mudik.
Dengan pengawasan yang diperketat serta keterlibatan aktif masyarakat, Pemkot Jakarta Timur optimistis keamanan dan kenyamanan warga dapat tetap terjaga hingga mereka kembali dari kampung halaman.(zr)




