Israel Tolak Biayai Pembangunan Kembali Gaza

Israel Tolak Biayai Pembangunan Kembali Gaza

Israel mengaku telah menginformasikan AS bahwa pihaknya tidak akan berkontribusi secara finansial dalam rekonstruksi Gaza. (Anadolu Agency)

INDOSBERITA.ID TEL AVIV –  Pemerintah Israel memastikan tidak akan ambil bagian dalam pendanaan pembangunan kembali Jalur Gaza pascakonflik. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Kabinet Keamanan Zeev Elkin yang menegaskan posisi resmi negaranya kepada Amerika Serikat.

Menurut Elkin, Israel tidak memiliki kewajiban untuk membiayai rekonstruksi wilayah yang menurut mereka hancur akibat konflik yang dipicu serangan 7 Oktober 2023. “Kami adalah pihak yang diserang, sehingga tidak ada dasar bagi kami untuk menanggung biaya pembangunan kembali,” ujarnya kepada media setempat.

Sikap ini sekaligus memperlihatkan jarak antara Tel Aviv dan inisiatif internasional yang tergabung dalam Board of Peace, forum yang digagas Presiden Donald Trump untuk mengoordinasikan pemulihan Gaza.

Dalam pertemuan perdananya di Washington, dewan tersebut dikabarkan telah mengamankan komitmen pendanaan lebih dari USD7 miliar dari sejumlah negara Teluk. Beberapa di antaranya adalah Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.

Meski tidak terlibat dalam pendanaan, Israel disebut tetap menjalin koordinasi keamanan dengan Washington terkait situasi di Gaza. Namun keputusan untuk tidak berkontribusi secara finansial dinilai dapat menambah kompleksitas dalam proses pemulihan, terutama menyangkut tata kelola dan jaminan stabilitas jangka panjang.

Kebutuhan dana rekonstruksi Gaza sendiri diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar AS, mengingat luasnya kerusakan infrastruktur akibat operasi militer yang berlangsung selama dua tahun terakhir. Komunitas internasional pun terus mendorong pendekatan terpadu agar pemulihan kemanusiaan dan keamanan kawasan dapat berjalan beriringan.(Zr)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *