IKN Jadi Lokasi Perdana Rukyatulhilal Ramadan 1447 H di Kaltim

Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. (Beritasatu.com/Ricki Putra Harahap)
INDOSBERITA.ID.SAMARINDA – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kalimantan Timur menambah titik strategis pemantauan hilal dengan menjadikan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai lokasi rukyatulhilal awal Ramadan 1447 Hijriah, Selasa (17/2/2026). Langkah ini menjadi yang pertama sejak kawasan ibu kota baru itu mulai difungsikan.
Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, Abdul Khaliq, menyampaikan bahwa pemantauan dimulai pukul 16.00 Wita dan menjadi bagian dari 133 titik pengamatan hilal yang digelar serentak secara nasional.
Menurutnya, Kanwil Kemenag Kaltim berkolaborasi dengan Kemenag Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam menentukan lokasi yang memenuhi standar pengamatan. Salah satu titik yang dipertimbangkan adalah Rusun ASN 1 karena memiliki posisi cukup tinggi dan horizon barat yang relatif terbuka.
“Lokasi dipilih dengan mempertimbangkan aspek teknis agar hasil pengamatan maksimal dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Di luar IKN, rukyatulhilal juga tetap dilakukan di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. Untuk Kota Samarinda, pengamatan terpusat di menara Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center yang selama ini menjadi titik utama observasi hilal di daerah tersebut.
Penetapan awal Ramadan mengacu pada kriteria MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Jika hilal teramati sesuai kriteria, maka umat Islam mulai berpuasa pada Rabu (18/2/2026). Namun apabila belum memenuhi syarat, bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari sehingga 1 Ramadan jatuh pada Kamis (19/2/2026).
Proses pengamatan melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mendukung data astronomis serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai unsur keagamaan. Hasil rukyatulhilal dari seluruh titik di Kaltim akan segera dilaporkan ke Kementerian Agama RI di Jakarta sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat.
Abdul Khaliq berharap masyarakat menyambut Ramadan dengan semangat kebersamaan dan menjaga toleransi.
“Apapun hasil sidang isbat nanti, mari kita sikapi dengan bijak dan tetap menjaga ukhuwah Islamiyah,” pungkasnya.




