IATO Usul Pengadaan Pikap Kopdes Utamakan Industri Nasional

Mitsubishi New Colt L300 (Istimewa)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Ikatan Ahli Teknik Otomotif (IATO) meminta pemerintah mengutamakan produksi nasional dalam pengadaan 105.000 unit mobil pikap untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes). Organisasi tersebut menilai langkah itu dapat memperkuat industri dalam negeri sekaligus mendorong perputaran ekonomi domestik secara signifikan.
Sekretaris Jenderal IATO, Hari Budianto, menyampaikan bahwa pengalihan pesanan dari kendaraan impor ke produk buatan pabrikan nasional akan meningkatkan tingkat utilisasi pabrik otomotif di Tanah Air. Peningkatan kapasitas produksi, menurutnya, berpotensi menekan biaya, mempercepat waktu pengerjaan, serta memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut sejalan dengan penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Selain menjaga ketahanan industri, produksi lokal juga dinilai mampu memperkuat cadangan devisa karena mengurangi ketergantungan pada impor.
Hari memperkirakan, sekitar 60 hingga 70 persen biaya produksi kendaraan yang dibuat di dalam negeri akan berputar di ekonomi nasional. Jika seluruh kebutuhan 105.000 unit dialihkan ke industri lokal, potensi nilai tambah ekonomi yang tercipta diperkirakan mencapai Rp39 triliun. Angka itu mencakup penyerapan tenaga kerja di lini perakitan, manufaktur komponen dari tier 1 hingga tier 3, serta sektor pendukung seperti logistik dan jasa distribusi.
IATO juga menyatakan dukungannya terhadap langkah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam mengoptimalkan penggunaan produk otomotif dalam negeri. Kebijakan tersebut dinilai dapat berkontribusi pada target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya, rencana impor kendaraan diumumkan oleh Mahindra and Mahindra Ltd pada 4 Februari 2026. Perusahaan otomotif asal India itu menyatakan akan memasok 35.000 unit pikap Scorpio ke Indonesia. Selain itu, terdapat rencana mendatangkan total 105.000 kendaraan yang terdiri atas 35.000 pikap 4×4 dari Mahindra, 35.000 pikap 4×4 lainnya, serta 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors.
Rencana tersebut memicu tanggapan dari DPR RI. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta agar kebijakan impor ditunda sementara hingga ada pembahasan lebih lanjut, mengingat Presiden masih berada di luar negeri saat wacana itu mencuat.
Menanggapi dinamika tersebut, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan pihaknya siap mengikuti keputusan pemerintah dan DPR terkait kelanjutan rencana pengadaan kendaraan tersebut.




