IAIN Kerinci Perkuat Budaya Riset Lewat Diseminasi Penelitian

IAIN Kerinci Perkuat Budaya Riset Lewat Diseminasi Penelitian

IAIN Kerinci Dorong Pemanfaatan Hasil Penelitian Dosen

INDOSBERITA.ID,SUNGAI PENUH – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci terus meneguhkan komitmennya dalam membangun budaya riset yang berdampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Diseminasi dan Pameran Hasil Penelitian yang digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Jumat (23/1/2026).

Bertempat di Panggung Literasi Gedung Perpustakaan Digital Kampus Utama IAIN Kerinci, Sungai Liuk, Kota Sungai Penuh, kegiatan ini menjadi ruang reflektif sekaligus strategis untuk memastikan hasil penelitian dosen tidak berhenti sebagai laporan administratif semata, tetapi dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara lebih luas.

Mengusung tema “Membincang Progres Penelitian dan Pengabdian: Apa yang Dapat Kita Persembahkan Selain Laporan, kegiatan ini diikuti oleh dosen P3K serta mahasiswa. Diseminasi dirancang sebagai wadah berbagi pengetahuan, memperluas pemanfaatan hasil riset, sekaligus mendorong terbentuknya jejaring dan kolaborasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M IAIN Kerinci, Nuzul Iskandar, M.A., menegaskan bahwa diseminasi hasil penelitian merupakan tahapan krusial dalam siklus riset. Menurutnya, temuan penelitian perlu dibuka ke ruang publik akademik agar dapat diuji, dikritisi, dan dikembangkan lebih lanjut.

“Penelitian tidak seharusnya berhenti di meja laporan. Ia harus dibaca, dimanfaatkan, diterapkan, dan memperoleh umpan balik agar benar-benar memberi kontribusi bagi pengembangan keilmuan dan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dairabi Kamil, M.Ed., Ph.D. dan Hengki Yandri, M.Pd., Kons. sebagai narasumber. Keduanya mengulas berbagai hasil penelitian dari beragam sudut pandang, mulai dari temuan riset, pendekatan metodologis, hingga pengalaman di balik proses penelitian yang jarang tersaji dalam laporan formal.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *