Harga Telur Turun Nasional, Sejumlah Daerah Masih Naik

Harga Telur Turun Nasional, Sejumlah Daerah Masih Naik

Ilustrasi. Foto: Dok MI

INDOSBERITA.ID JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pergerakan harga telur ayam ras secara nasional mulai menunjukkan penurunan pada akhir Februari 2026. Meski begitu, sejumlah daerah justru mengalami kenaikan harga yang perlu diantisipasi menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan rata-rata harga telur ayam ras nasional turun 0,85 persen menjadi Rp32.006 per kilogram pada pekan keempat Februari 2026. Kendati demikian, harga tersebut masih melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen yang ditetapkan sebesar Rp30 ribu per kilogram.

Menurut Amalia, jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) telur ayam ras terus bertambah. Hal ini menjadi perhatian pemerintah daerah agar pasokan tetap terjaga menjelang Lebaran.

Sejumlah wilayah mencatat harga telur cukup tinggi, di antaranya Kabupaten Boven Digoel (Papua Selatan) mencapai Rp68 ribu per kilogram dan Kabupaten Sarmi (Papua) sebesar Rp51 ribu per kilogram. Selain itu, Kabupaten Seram Bagian Timur (Maluku) menyentuh Rp39.500 per kilogram, serta Kabupaten Natuna (Kepulauan Riau) Rp37.972 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi di Bekasi, dengan harga telur berada di angka Rp31.278 per kilogram atau naik 4,87 persen dan telah melampaui HAP sebesar 4,26 persen.

BPS mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat distribusi dan menambah suplai agar lonjakan harga tidak berlanjut saat permintaan meningkat pada momen Lebaran.

Sementara itu, harga minyak goreng, khususnya merek Minyakita, tercatat relatif stabil dengan kecenderungan menurun. Secara nasional, rata-rata harga Minyakita berada di Rp16.717 per liter atau turun 3,63 persen dibandingkan Januari yang mencapai Rp17.346 per liter.

Meski demikian, beberapa wilayah masih mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti Jakarta Timur, Sumenep, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Rembang, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Tuban, dan Kabupaten Bekasi.

Di sisi lain, Kota Batam tercatat mengalami kenaikan harga minyak goreng sebesar 2,73 persen. Selain Batam, daerah seperti Kabupaten Deiyai, Kubu Raya, dan Banggai Laut juga masuk dalam daftar wilayah yang perlu perhatian terkait dinamika harga bahan pokok.(Zr)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *