Harga Sembako di Bandung Stabil Jelang Ramadhan

Harga Sembako di Bandung Stabil Jelang Ramadhan

Persediaan beras di gudang Bulog Kota Bandung. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

INDOSBERITA. ID BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menyatakan pasokan dan harga bahan pokok menjelang Ramadan 1447 Hijriah masih dalam kondisi terkendali. Pemantauan rutin di sejumlah pasar tradisional menunjukkan pergerakan harga terjadi, namun belum mengarah pada lonjakan yang mengkhawatirkan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan tim dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) terus melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok. Menurutnya, dampak cuaca buruk yang terjadi belakangan ini hanya memicu kenaikan terbatas pada komoditas tertentu.

“Kenaikan ada di beberapa jenis sayuran dan cabai karena faktor hujan, tapi skalanya masih wajar dan tidak sampai mengganggu pasar,” ujar Farhan di Bandung, Senin (2/2/2026).

Data pemantauan terbaru menunjukkan harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp58 ribu per kilogram. Nilai tersebut memang mengalami kenaikan dibanding pekan sebelumnya, namun masih lebih rendah dibanding lonjakan tajam yang pernah terjadi pada periode sebelumnya.

Pemkot menilai kondisi saat ini lebih stabil dibanding hasil inspeksi mendadak yang dilakukan bersama Disdagin dan Bulog beberapa waktu lalu, ketika harga sejumlah komoditas sempat lebih tinggi.

Untuk kelompok bahan pangan hewani, harga terpantau relatif normal. Daging sapi dijual sekitar Rp140 ribu per kilogram, daging ayam ras Rp38 ribu per kilogram, dan telur ayam Rp29 ribu per kilogram. Tidak terlihat adanya tekanan harga yang berarti pada komoditas tersebut.

Farhan juga memastikan gangguan bencana longsor di wilayah Kabupaten Bandung Barat tidak memengaruhi arus distribusi pangan ke Kota Bandung. Jalur logistik dinyatakan tetap berjalan sehingga pasokan pasar tetap terjaga.

Pemkot Bandung akan melanjutkan pemantauan harian hingga memasuki Ramadan guna mengantisipasi lonjakan permintaan dan potensi gejolak harga.(Zr)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *