Harga Emas Dunia Turun Usai Aksi Ambil Untung

Harga Emas Dunia Turun Usai Aksi Ambil Untung

Harga emas global kembali naik selama tiga sesi berturut-turut. Harga emas pun mencapai level tertingginya dalam satu minggu terakhir. (AP)

INDOSBERITA.ID.LONDON – Pergerakan harga emas dunia berbalik arah pada perdagangan Senin (16/2/2026), setelah sebelumnya mencatat kenaikan signifikan. Minimnya aktivitas pasar akibat libur nasional di Amerika Serikat dan China membuat tekanan jual lebih dominan.

Harga emas spot terkoreksi 1,1% ke level US$4.988,04 per ons. Sementara kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April melemah 0,8% menjadi US$5.006,60 per ons.

Aksi ambil untung turut membebani harga setelah emas melonjak sekitar 2,5% pada sesi sebelumnya. Selain emas, logam mulia lain juga mengalami pelemahan. Perak spot merosot 3,2% ke US$74,50 per ons, platinum turun 0,4% menjadi US$2.054,78 per ons, dan paladium terkoreksi 0,2% ke US$1.682,44 per ons.

Analis KCM Trade Tim Waterer mengatakan koreksi emas dipicu kondisi perdagangan yang lebih tenang dan ketiadaan sentimen baru setelah rilis data inflasi AS.

Data terbaru menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS naik 0,2% pada Januari, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,3% serta di bawah ekspektasi pasar 0,3%. Angka tersebut sempat mendorong harga emas menguat karena memicu spekulasi pelonggaran kebijakan moneter.

Presiden Federal Reserve Bank Chicago Austan Goolsbee menyatakan peluang pemangkasan suku bunga masih terbuka, meskipun inflasi sektor jasa tetap tinggi.

Pelaku pasar saat ini memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 18 Maret 2026. Namun, ekspektasi pemangkasan suku bunga total 75 basis poin sepanjang tahun ini masih bertahan, dengan penurunan pertama diproyeksikan terjadi pada Juli berdasarkan data LSEG.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *