Harga Emas Dunia Turun ke Level Terendah Empat Bulan

Ilustrasi. Foto: Freepik.
INDOSBERITA.ID JAKARTA – Harga emas dunia di pasar internasional kembali melemah dan mencatatkan penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Logam mulia tersebut bahkan menyentuh level terendah dalam hampir empat bulan setelah mengalami tekanan berturut-turut di pasar global.
Dalam perdagangan terbaru, harga emas spot turun lebih dari tiga persen ke kisaran USD4.340 per ons. Penurunan ini menandai sesi pelemahan kesembilan secara beruntun. Kondisi serupa juga terjadi pada kontrak berjangka emas Amerika Serikat yang ikut terkoreksi tajam, sementara harga perak turun lebih dari tiga persen di perdagangan global.
Mengutip NDTV pada Senin, 23 Maret 2026, pelemahan harga emas dan perak dipengaruhi oleh dinamika pasar global, terutama meningkatnya ketidakpastian terkait inflasi dan arah kebijakan suku bunga. Selain itu, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi membuat investasi pada logam mulia menjadi kurang menarik bagi investor.
Beberapa faktor turut menekan harga emas, antara lain kenaikan harga minyak mentah yang memicu kekhawatiran inflasi global, serta ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi dalam waktu lebih lama. Kondisi ini membuat investor cenderung beralih ke instrumen yang memberikan imbal hasil, seperti obligasi.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk situasi di sekitar Selat Hormuz, juga meningkatkan volatilitas pasar. Namun, penguatan dolar AS justru membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli dari luar negeri sehingga permintaan melemah.
Dalam sepekan terakhir, harga emas tercatat telah turun sekitar 11 persen. Penurunan tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya konflik di Iran yang berdampak pada aliran minyak global serta perubahan sentimen investor terhadap aset safe haven.
Sementara itu, bank sentral Amerika Serikat atau The Fed masih mempertahankan suku bunga acuan dalam dua pertemuan terakhir. Kebijakan ini memperkuat daya tarik instrumen berbasis imbal hasil dan turut menekan minat pasar terhadap emas.
Ke depan, pergerakan harga emas diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, seperti perkembangan harga minyak mentah, arah kebijakan suku bunga The Fed, kondisi geopolitik di Timur Tengah, serta pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi global.(zr)




