Harga Emas Diprediksi Naik Akibat Konflik Timur Tengah

Harga Emas Diprediksi Naik Akibat Konflik Timur Tengah

Ilustrasi. Foto: Unplash

INDOSBERITA.ID JAKARTA – Harga emas global diprediksi menguat signifikan di tengah memanasnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah dinilai mendorong pelaku pasar mengalihkan investasi ke instrumen yang lebih aman.

Analis pasar komoditas Ibrahim Assuaibi menilai eskalasi serangan dan ancaman balasan antarnegara meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas global. Situasi tersebut berpotensi memicu lonjakan harga emas dalam waktu cepat, terutama pada awal pekan perdagangan.

Menurutnya, konflik yang terus berkembang membuka kemungkinan terjadinya perang berkepanjangan, baik dalam jangka pendek maupun menengah. Kondisi itu biasanya memicu lonjakan permintaan aset safe haven karena investor berupaya melindungi nilai asetnya dari risiko gejolak pasar.

Ia memperkirakan pada pembukaan perdagangan Asia, harga emas dunia berpeluang mengalami kenaikan tajam atau gap up. Bahkan, dalam skenario terburuk apabila tensi terus meningkat, harga logam mulia berpotensi menembus level USD5.440 per troy ounce dan bisa bergerak menuju USD5.500 per troy ounce dalam waktu singkat.

Kenaikan harga emas global tersebut juga diperkirakan berdampak pada pasar domestik. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dapat memperbesar lonjakan harga emas di dalam negeri, sehingga harga logam mulia berpotensi kembali menyentuh kisaran Rp3.300.000 hingga Rp3.400.000 per gram.

Pelaku pasar kini menanti perkembangan terbaru situasi geopolitik di Timur Tengah sebagai faktor utama yang akan menentukan arah pergerakan harga emas dalam beberapa hari ke depan.(Zr)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *