Geser Harvard University,Empat Universitas Islam di Indonesia Masuk Daftar Top Dunia

Kampus UIN Yogyakarta Menjadi Kampus Islam Terbaik di indonesia serta Melampaui Harvard University,Photo Kementerian Agama RI
INDOSBERITA.ID.YOGYAKARTA – Prestasi membanggakan kembali dicetak oleh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Indonesia di tingkat global. Berdasarkan pemeringkatan SCImago Institutions Rankings (SIR) 2026 by Subject untuk bidang religious studies, empat PTKIN berhasil masuk daftar perguruan tinggi terbaik dunia.
Kejutan terbesar datang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang menempati posisi ke-7 dunia, melampaui Harvard University yang berada di peringkat ke-10. Sementara itu, UIN Ar-Raniry Banda Aceh menempati posisi ke-14, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di peringkat 21, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung berada di posisi ke-25.
Pemeringkatan SIR menggunakan tiga indikator utama: kinerja riset (50%), inovasi (30%), dan dampak sosial (20%), yang diukur melalui publikasi dan sitasi ilmiah internasional. Dengan metode ini, capaian PTKIN tidak hanya angka semata, melainkan bukti kontribusi nyata dalam dunia akademik global.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Suyitno, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari strategi internasionalisasi PTKIN yang konsisten, termasuk penguatan publikasi bereputasi, kolaborasi riset lintas negara, dan peningkatan kapasitas dosen.
“Pengakuan internasional ini menunjukkan bahwa kualitas PTKIN diakui dunia. Prestasi ini harus menjadi pijakan untuk memperluas jejaring global dan memperkuat PTKIN sebagai center of excellence dalam studi keislaman yang moderat, inklusif, dan berdaya saing tinggi,” ujar Suyitno.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menambahkan bahwa capaian ini menunjukkan kemampuan PTKIN bersaing di tingkat internasional melalui kualitas riset, kolaborasi global, dan publikasi ilmiah bereputasi.
“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga indikator keberhasilan strategi internasionalisasi PTKIN. Reputasi akademik yang meningkat jelas berdampak positif terhadap pengakuan dunia,” tutur Sahiron.
Dengan capaian ini, PTKIN Indonesia semakin menegaskan posisi sebagai pusat studi keislaman yang modern dan kompetitif, membuktikan bahwa keunggulan akademik global juga bisa lahir dari kampus tanah air.




