Gerak Kapal Induk AS Dibalas Ghadir, Iran Andalkan Kapal Selam Mini Siluman

Gerak Kapal Induk AS Dibalas Ghadir, Iran Andalkan Kapal Selam Mini Siluman

Iran Turunkan Kapal Selam Mini Ghadir, Respons Manuver Kapal Induk AS di Teluk Persia

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Pergerakan kelompok serang kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia memicu respons cepat dari Angkatan Laut Iran. Teheran dilaporkan mengerahkan kapal selam mini kelas Kapal selam kelas Ghadir, platform bawah laut mungil yang dirancang khusus untuk bertempur di perairan dangkal dan sempit.

Iran diperkirakan memiliki sekitar 30 kapal selam, dengan mayoritas berupa kapal selam mini. Strategi ini mencerminkan pendekatan asimetris: alih-alih menandingi kapal perang besar secara langsung, Teheran memilih mengandalkan armada kecil, senyap, dan sulit dideteksi untuk menciptakan efek gentar.

Ghadir ditenagai sistem propulsi diesel-elektrik berukuran ringkas yang relatif senyap. Dalam konteks Teluk Persia yang dangkal, karakteristik ini menjadi keunggulan utama. Kapal selam mini tersebut dirancang bukan untuk berburu di samudra lepas, melainkan sebagai platform penyergapan pesisir—muncul tiba-tiba, meluncurkan serangan, lalu menghilang kembali ke kedalaman.

Dengan bobot sekitar 117 ton di permukaan dan 125 ton saat menyelam, panjang 29 meter serta lebar hampir 3 meter, Ghadir diawaki tujuh hingga 12 personel. Dimensi yang kompak membuatnya lincah bermanuver di dasar laut Teluk yang relatif dangkal dan kompleks.

Meski kecil, daya pukulnya tidak bisa diremehkan. Dua tabung peluncur 533 mm memungkinkan Ghadir menembakkan torpedo berat, menyebarkan ranjau, bahkan meluncurkan rudal antikapal. Kapal ini diklaim mampu beroperasi hingga jarak 300 kilometer dengan kecepatan maksimum sekitar 11 knot saat berada di bawah air.

Sejumlah pengamat menilai desain Ghadir memiliki kemiripan dengan kapal selam mini kelas Kapal selam kelas Yono milik Korea Utara. Satu unit Yono dilaporkan pernah diterima Iran pada 2004 dan diyakini menjadi dasar pengembangan produksi lokal. Hingga kini, jumlah pasti Ghadir yang telah dibangun tidak diumumkan, namun diperkirakan antara 20 hingga 23 unit berada dalam kondisi operasional.

Kehadiran armada Ghadir di sekitar jalur pelayaran strategis berpotensi memaksa kelompok serang kapal induk AS meningkatkan kewaspadaan. Dalam lingkungan perairan sempit seperti Teluk Persia, ancaman kapal selam mini dapat memaksa kapal induk dan pengawalnya memperlambat laju serta memperlebar perimeter pengamanan sebuah dinamika yang menunjukkan bahwa dalam peperangan modern, ukuran bukan satu-satunya penentu daya gentar.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *