Gempa Pacitan,224 Warga Terdampak Gempa Megathrust Pacitan

Warga menunjukkan bagian rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 6,4 di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026). ANTARA/HO-Prastyo
INDOSBERITA.ID JAKARTA – Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa intensitas guncangan susulan tidak lagi sekuat periode awal. Hal ini menandakan proses pelepasan energi di zona megathrust—sumber utama gempa ini mulai memasuki fase stabil.
“Masyarakat diimbau tetap tenang. Kondisi di zona sumber gempa sudah berangsur stabil, meskipun kewaspadaan terhadap bangunan yang retak tetap menjadi prioritas,” ujar Daryono.
Meski pusat gempa berada di laut tenggara Pacitan, dampak paling serius justru dirasakan di Kabupaten Bantul, DIY. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dari total 224 warga terdampak di tiga provinsi, Bantul mencatat korban luka terbanyak mencapai 40 orang.
Gempa yang terjadi pada kedalaman 58 kilometer ini sempat memicu kepanikan luar biasa karena terjadi saat warga terlelap (pukul 01.06 WIB). Skala guncangan IV MMI dirasakan sangat nyata di Pacitan, Bantul, dan Sleman, sementara getaran lemah bahkan menjangkau wilayah Tuban hingga Jepara.
Saat ini, fokus pemerintah daerah dan BNPB adalah melakukan verifikasi kerusakan bangunan. Warga diingatkan untuk tidak gegabah kembali ke dalam rumah jika ditemukan retakan signifikan pada struktur bangunan, guna menghindari risiko runtuhan akibat sisa gempa susulan yang mungkin masih terjadi.




