Gelombang Dingin Langka Bekukan Salamander di Florida

Gelombang Dingin Langka Bekukan Salamander di Florida

Salamander. (people.com/people.com)

INDOSBERITA.ID.MIAMI – Wilayah Florida yang selama ini identik dengan cuaca hangat mendadak dilanda suhu dingin ekstrem. Fenomena langka ini menyebabkan ribuan salamander dan reptil lainnya membeku secara tiba-tiba hingga jatuh dari pepohonan. Kondisi tersebut dipicu oleh rekor suhu terendah yang melanda wilayah selatan Amerika Serikat pada akhir pekan lalu.

Di Orlando, suhu tercatat anjlok hingga minus 4 derajat celsius, menjadi suhu terdingin pada bulan Februari dalam lebih dari 100 tahun terakhir. Angka ini jauh di bawah suhu normal Orlando yang biasanya berada di kisaran 12 derajat celsius pada malam hari dan sekitar 23 derajat celsius di siang hari.

Stasiun televisi WPLG 10 Miami melaporkan munculnya fenomena yang oleh warga setempat dijuluki sebagai “hujan salamander” pada pagi 1 Februari 2026. Hewan-hewan tersebut mengalami pembekuan akibat suhu ekstrem, kehilangan kemampuan bergerak, lalu terjatuh dari dahan pohon secara bersamaan.

Sejumlah foto dan video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan salamander serta reptil lain tergeletak kaku di jalanan dan trotoar. Meski sebagian dapat kembali bergerak ketika suhu menghangat, banyak di antaranya tidak selamat akibat paparan dingin berkepanjangan.

Kepala Iguana Solutions, Jessica Kilgore, mengungkapkan bahwa situasi ini berdampak besar pada populasi reptil. Ia menyebut timnya telah mengumpulkan ratusan kilogram iguana selama gelombang dingin berlangsung, baik dalam kondisi hidup maupun mati.

Menanggapi kejadian tersebut, Komisi Konservasi Ikan dan Satwa Liar Florida mengeluarkan kebijakan darurat. Warga diperbolehkan membawa salamander atau iguana yang membeku ke fasilitas resmi komisi guna mencegah kematian. Namun, otoritas tetap mengingatkan bahwa memelihara atau memindahkan satwa liar tanpa izin khusus dilarang secara hukum.

Cuaca Ekstrem Landa Selatan Amerika Serikat

Dampak gelombang dingin tidak hanya dirasakan di Florida. Sejumlah negara bagian selatan AS, termasuk Carolina, Georgia, Tennessee, dan Kentucky, juga mengalami hujan salju tebal disertai angin kencang. Di beberapa wilayah, ketebalan salju dilaporkan mencapai hingga 50 sentimeter dan menyebabkan gangguan serius pada transportasi.

Di Carolina Utara, lebih dari 1.000 kecelakaan lalu lintas tercatat selama akhir pekan, dengan dua korban jiwa dilaporkan. Sementara itu, Bandara Internasional Charlotte Douglas terpaksa membatalkan lebih dari 800 penerbangan pada 1 Februari akibat kondisi cuaca yang memburuk.

Gelombang dingin terbaru ini terjadi ketika sejumlah wilayah Amerika Serikat masih berupaya pulih dari badai salju besar pada pekan sebelumnya yang telah menewaskan lebih dari 100 orang. Hingga awal Februari 2026, sekitar 158.000 rumah masih mengalami pemadaman listrik, terutama di Mississippi, Tennessee, Florida, dan Louisiana.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *