Garuda Klarifikasi Isu Rekrut Khairun Nisa

Garuda Klarifikasi Isu Rekrut Khairun Nisa

Foto terserbar di media sosial dengan narasi Khairun Nisa diterima jadi pramugari Garuda Indonesia. (Beritasatu.com/Istimewa)

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menegaskan tidak pernah merekrut Khairun Nisa (23) sebagai pramugari, menyusul beredarnya informasi viral di media sosial yang menyebut perempuan asal Ogan Ilir, Sumatera Selatan itu telah diterima sebagai awak kabin maskapai nasional tersebut.

Kepala Divisi Corporate Communications Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah, mengatakan hingga saat ini Garuda Indonesia belum membuka proses rekrutmen awak kabin. Ia menegaskan bahwa narasi yang beredar di media sosial terkait diterimanya Nisa sebagai pramugari Garuda tidak benar.

Menurut Dicky, konten yang menampilkan foto Nisa seolah menerima sertifikat dan berjabat tangan dengan jajaran manajemen Garuda merupakan hasil manipulasi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum diverifikasi kebenarannya.

“Konten tersebut merupakan hasil rekayasa AI. Kami meminta masyarakat untuk lebih bijak dan selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).

Sebelumnya, jagat media sosial diramaikan dengan unggahan yang menyebut “Khairun Nisa akhirnya diterima sebagai pramugari Garuda Indonesia”. Unggahan itu disertai foto yang memperlihatkan Nisa memegang sertifikat dengan latar suasana seremoni, sementara sejumlah orang tampak bertepuk tangan. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan gambar tersebut tidak autentik dan telah mengalami pengeditan digital.

Kasus Nisa sendiri mencuat setelah ia diketahui menyamar sebagai awak kabin dalam penerbangan Batik Air rute Palembang–Jakarta dengan nomor penerbangan ID 70-508 pada Selasa (6/1/2026). Aksinya viral di media sosial dan menuai perhatian publik.

Usai kejadian tersebut, Nisa menyampaikan permintaan maaf kepada pihak Batik Air dan Lion Group. Ia mengakui perbuatannya dilakukan tanpa paksaan dan menyatakan penyesalan atas tindakan yang telah dilakukannya.

Nisa mengungkapkan bahwa dirinya memiliki cita-cita menjadi pramugari demi membanggakan orang tuanya. Ia pernah mengikuti seleksi awak kabin, namun belum berhasil lolos.

Di tengah sorotan publik, Nisa kemudian mendapat tawaran mengikuti pendidikan awak kabin secara gratis dari Aeronef Academy, sebuah sekolah pramugari yang berlokasi di Kampung Inggris Pare, Kediri, Jawa Timur. Melalui akun media sosial resminya, pihak Aeronef Academy menyampaikan dukungan moral kepada Nisa dan menilai kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal menuju kesempatan yang lebih baik.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *