Emas Naik 4 Hari Beruntun Dipicu Tarif Baru AS

Emas Naik 4 Hari Beruntun Dipicu Tarif Baru AS

Ilustrasi. Foto: Freepik.

INDOSBERITA.ID CHICAGO – Harga emas kembali mencatat kenaikan pada perdagangan Senin (23/2/2026), memperpanjang reli yang telah berlangsung selama empat sesi berturut-turut. Lonjakan ini dipicu oleh kebijakan tarif terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, serta data ekonomi AS yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan.

Mengutip laporan dari Investing.com, harga emas spot naik 0,8 persen ke level USD5.143,55 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS melonjak 1,7 persen menjadi USD5.165,86 per ons. Dalam sepekan terakhir, harga logam mulia ini telah menguat lebih dari satu persen di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan perdagangan.

Kebijakan tarif baru yang diumumkan Gedung Putih menjadi sentimen utama pasar. Trump menyatakan akan memberlakukan tarif impor global sebesar 10 persen selama 150 hari berdasarkan Pasal 122 undang-undang perdagangan AS. Namun, kebijakan tersebut kemudian direvisi menjadi 15 persen—batas maksimum yang diperbolehkan regulasi—setelah putusan dari Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan skema tarif sebelumnya yang lebih luas.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran akan aksi balasan dari mitra dagang serta potensi gangguan rantai pasok global. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung mengurangi aset berisiko dan beralih ke instrumen safe-haven seperti emas dan obligasi pemerintah AS.

Di sisi lain, data ekonomi terbaru turut memperkuat daya tarik emas. Produk domestik bruto (PDB) AS tercatat tumbuh 1,4 persen secara tahunan pada kuartal IV, melambat tajam dibanding kuartal sebelumnya. Sementara itu, inflasi yang tercermin dalam indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE)—acuan utama Federal Reserve—masih berada di atas target, yakni 2,9 persen secara tahunan dengan inflasi inti sekitar 3,0 persen.

Perpaduan antara pertumbuhan ekonomi yang melemah dan tekanan inflasi yang bertahan tinggi meningkatkan kekhawatiran stagflasi. Dalam situasi seperti ini, emas dinilai semakin menarik sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi sekaligus penjaga nilai kekayaan.(Zr)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *