DPRD Muaro Jambi Tekankan Musrenbang Berbasis Kebutuhan Riil Masyarakat

Musrenbang Kecamatan Diminta Lebih Fokus pada Dampak Nyata bagi Warga,Photo Jambiekspres
INDOSBERITA.ID.MUARO JAMBI – Anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Ulil Amri, menegaskan bahwa pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kecamatan harus dimaknai lebih dari sekadar agenda tahunan yang bersifat formalitas.
Ia menyebut, forum tersebut memiliki peran penting sebagai wadah strategis untuk menyusun arah pembangunan daerah yang benar-benar berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Ulil setelah menghadiri Musrenbang di Kecamatan Bahar Utara dan Bahar Selatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi beberapa waktu lalu.
Menurutnya, keterlibatan aktif berbagai pihak sangat dibutuhkan agar setiap usulan yang muncul tidak hanya menjadi daftar panjang tanpa realisasi, melainkan mampu menjawab persoalan konkret di lapangan.
“Musrenbang harus fokus pada persoalan yang paling mendesak. Setiap program yang diusulkan perlu dirancang secara matang, terukur, dan berkesinambungan serta sejalan dengan kebijakan pembangunan daerah,” ujarnya.
Ulil juga menekankan pentingnya penyusunan prioritas dalam setiap usulan pembangunan. Ia mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran menuntut pemerintah untuk lebih selektif dalam menentukan program, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Selain itu, ia menilai keselarasan antara usulan dari tingkat kecamatan dan program pemerintah daerah menjadi faktor penting agar pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Ulil turut menyoroti potensi ekonomi di Bahar Utara dan Bahar Selatan, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan. Ia mendorong agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal melalui perencanaan yang lebih cermat guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui Musrenbang, Ulil berharap terbangun komunikasi yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat. Ia optimistis, dengan perencanaan yang tepat dan berbasis kebutuhan, berbagai tantangan pembangunan di tingkat kecamatan dapat diatasi dengan lebih baik.




