Djokovic Hentikan Sinner, Lolos ke Final Australian Open

Petenis Serbia Novak Djokovic pada Australian Open 2026. (AP/Dita Alangkara)
INDOSBERITA.ID.SPORT – Novak Djokovic kembali membuktikan mental juaranya di Australian Open. Petenis Serbia itu melaju ke final setelah menundukkan Jannik Sinner lewat laga semifinal lima set yang menegangkan, Jumat (waktu setempat), dalam duel yang berakhir dini hari di Melbourne.
Sempat tertinggal dua kali, Djokovic sukses membalikkan keadaan dan menang dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4 dalam pertandingan berdurasi empat jam sembilan menit. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri rekor lima kekalahan beruntun Djokovic dari Sinner.
“Sulit berkata-kata. Rasanya seperti mimpi bisa bermain lebih dari empat jam hingga hampir pukul dua pagi,” ujar Djokovic, mengenang laga epik tersebut. Ia bahkan membandingkannya dengan final Australian Open 2012 melawan Rafael Nadal yang berlangsung hampir enam jam.
Di usia 38 tahun, Djokovic tampil luar biasa di bawah tekanan. Ia berhasil menyelamatkan 16 dari 18 break point yang dihadapinya, menunjukkan ketangguhan fisik dan mental di level tertinggi.
Djokovic juga memberi pujian khusus kepada lawannya. Menurutnya, intensitas dan kualitas permainan Sinner memaksanya tampil maksimal untuk meraih kemenangan. Seusai laga, ia bahkan melontarkan candaan di net, mengingat dominasi Sinner dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Kemenangan ini membawa Djokovic selangkah lebih dekat ke gelar Grand Slam ke-25 sekaligus trofi Australian Open ke-11. Ia pun mencatatkan diri sebagai petenis putra tertua di era Open yang mencapai final Australian Open, serta meraih kemenangan Grand Slam ke-104, melewati rekor Roger Federer.
Di partai puncak, Minggu (1/2/2026), Djokovic akan menghadapi Carlos Alcaraz. Petenis Spanyol itu melaju ke final setelah menaklukkan Alexander Zverev dalam semifinal terpanjang sepanjang sejarah Australian Open yang berlangsung lima jam 27 menit.
“Saya menonton pertandingan Alcaraz dan Zverev, itu luar biasa. Salut untuk keduanya,” kata Djokovic. Ia juga mengaku menantikan duel melawan Alcaraz, yang akan menjadi final pertama petenis muda itu di Melbourne.
Sejak menjuarai US Open 2023, Djokovic belum kembali mengangkat trofi Grand Slam. Kemenangan atas Sinner kali ini sekaligus memutus dominasi Sinner dan Alcaraz, yang berbagi delapan gelar major terakhir, dan membuka peluang Djokovic menorehkan sejarah baru di Australia.




