Di Balik Polemik Alumni, Besarnya Investasi Negara dalam Beasiswa LPDP Jadi Perhatian

Di Balik Polemik Alumni, Besarnya Investasi Negara dalam Beasiswa LPDP Jadi Perhatian

Ilustrasi uang saku untuk penerima LPDP. Foto: Freepik.

INDOSBERITA.ID JAKARTA – Program beasiswa yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali menjadi perbincangan hangat. Di tengah polemik yang melibatkan salah satu alumninya, perhatian publik kini tertuju pada besarnya investasi negara dalam membiayai pendidikan generasi muda Indonesia di berbagai kampus dunia.

Sebagai program strategis di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, LPDP bukan sekadar beasiswa biasa. Skema pembiayaan yang diberikan mencakup seluruh kebutuhan akademik hingga biaya hidup penerima selama menempuh studi di luar negeri.

Biaya Pendidikan Ditanggung Penuh

LPDP menanggung biaya kuliah sesuai tagihan (at cost), termasuk dana pendaftaran. Selain itu, tersedia tunjangan buku hingga Rp10 juta per tahun. Untuk jenjang pascasarjana, bantuan penelitian tesis mencapai Rp40 juta dan disertasi hingga Rp100 juta.

Dukungan juga diberikan bagi awardee yang mengikuti seminar internasional dengan plafon Rp15 juta, serta bantuan publikasi jurnal internasional maksimal Rp25 juta. Skema ini dirancang agar mahasiswa Indonesia mampu bersaing di level global tanpa terbebani kendala finansial.

Tunjangan Hidup Disesuaikan Negara Studi

Tak hanya biaya akademik, negara juga menanggung kebutuhan hidup penerima beasiswa. Dana transportasi, visa, dan asuransi kesehatan termasuk dalam komponen pembiayaan.

Besaran living allowance berbeda di tiap negara. Di Amerika Serikat, penerima bisa memperoleh USD 2.100–2.600 per bulan. Di Inggris sekitar GBP 1.500–1.900, sementara di Australia mencapai AUD 2.500–2.800. Untuk kawasan Asia, Jepang memberikan alokasi JPY 170.000–195.000 per bulan dan Korea Selatan sekitar KRW 1.500.000.

Awardee juga memperoleh dana kedatangan sebesar 200 persen dari living allowance, serta tunjangan keluarga sebesar 25 persen dari living allowance (maksimal dua tanggungan).

Investasi Jangka Panjang Negara

Jika dihitung secara keseluruhan, pembiayaan satu orang awardee selama masa studi bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, tergantung negara tujuan dan lama pendidikan. Angka ini menegaskan bahwa LPDP merupakan investasi jangka panjang negara dalam membangun sumber daya manusia unggul.

Karena itu, setiap penerima beasiswa terikat kontrak untuk menyelesaikan studi tepat waktu dan kembali mengabdi bagi Indonesia. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci, mengingat dana yang digunakan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Di tengah sorotan publik, program LPDP tetap dipandang sebagai salah satu pilar penting dalam menyiapkan generasi profesional, akademisi, dan pemimpin masa depan yang diharapkan membawa kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.(Zr)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *