Dapur MBG Sengeti Disanksi Usai Kasus Keracunan Siswa

Dapur MBG Sengeti Disanksi Usai Kasus Keracunan Siswa

Photo ilustrasi Halodoc

INDOSBERITA.ID.MUARO JAMBI – Peristiwa keracunan massal yang diduga berasal dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, pada Senin pagi, 2 Februari 2026, menimbulkan dampak serius. Ratusan siswa dilaporkan terdampak dalam kejadian tersebut, yang bukan hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga memicu kekhawatiran terhadap kredibilitas program nasional itu di mata masyarakat.

Menindaklanjuti insiden tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono, segera menggelar pertemuan dengan seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama unsur terkait lainnya. Rapat tersebut menghasilkan keputusan untuk menghentikan sementara operasional dapur MBG yang dikelola Yayasan Aziz Rukiyah Amanah di kawasan Sengeti, disertai pemberian sanksi administratif.

Budhi menilai peristiwa ini menjadi ujian besar bagi pelaksanaan program MBG di daerah. Menurutnya, kepercayaan publik merupakan fondasi utama keberhasilan program yang menyasar anak-anak sekolah tersebut. Ia menegaskan bahwa faktor keamanan dan kualitas makanan tidak dapat ditawar.

“Kepercayaan orang tua, wali murid, dan peserta didik memang membutuhkan waktu untuk dibangun. Karena itu, standar utama dalam program ini adalah jaminan makanan yang aman dan layak konsumsi,” ujar Budhi.

Ia menambahkan, hasil investigasi dan uji laboratorium akan disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) di tingkat pusat. Berdasarkan hasil tersebut, akan diputuskan kelanjutan program, termasuk langkah-langkah perbaikan yang harus dilakukan oleh penyelenggara.

Budhi juga menyampaikan bahwa hingga kini hasil pemeriksaan laboratorium belum diterima karena proses pengujian masih dilakukan di tingkat provinsi. Pemerintah daerah berharap hasil tersebut dapat segera keluar agar evaluasi menyeluruh dapat dilakukan.

Lebih lanjut, ia menyebut kejadian ini sebagai kejadian luar biasa (KLB) sekaligus menjadi kasus pertama sejak program MBG diterapkan di Muaro Jambi. Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan akan memperketat pengawasan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *