Bukan Hal Baru! Indonesia Pernah Gagal ke Piala Dunia karena Sikap Politik Lawan Israel

Bukan Hal Baru! Indonesia Pernah Gagal ke Piala Dunia karena Sikap Politik Lawan Israel

Timnas Indonesia pernah gagal lolos ke Piala Dunia karena menolak bermain melawan Timnas Israel.
© X.COM/TIMNASINDONESIA

INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Piala Dunia tak pernah sepenuhnya lepas dari politik. Menjelang Piala Dunia FIFA 2026, tensi geopolitik kembali mencuat mulai dari konflik di Timur Tengah hingga kebijakan visa yang menuai kritik. Namun jika menengok ke belakang, sejarah mencatat bahwa drama serupa pernah terjadi jauh sebelumnya, tepatnya pada Piala Dunia FIFA 1958 di Swedia.

Kala itu, tiga negara Turki, Indonesia, dan Sudan memilih mundur dari kualifikasi. Alasannya sama: menolak bermain melawan Israel.

Awal Kontroversi: Turki Menarik Diri

Dalam sistem kualifikasi saat itu, Israel ditempatkan di zona Afrika-Asia. Turki menilai keputusan tersebut tidak adil dan bersikeras ingin berlaga di zona Eropa. Ketika tuntutan itu ditolak, mereka memilih mundur. Keputusan ini membuat Israel melaju tanpa bertanding ke babak berikutnya.

Sikap Tegas Indonesia

Di putaran selanjutnya, giliran Indonesia yang dijadwalkan menghadapi Israel. Sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina, Indonesia meminta agar pertandingan digelar di tempat netral. Namun, FIFA menolak permintaan tersebut. Tanpa kompromi, Indonesia pun mengundurkan diri dari kualifikasi.

Sudan Ikut Menolak

Situasi serupa terulang di babak terakhir. Sudan yang seharusnya menjadi lawan Israel juga menolak bertanding dengan alasan politik. Ini membuat Israel “melaju” lagi tanpa memainkan satu pertandingan pun sepanjang kualifikasi.

FIFA Turun Tangan

Melihat situasi tak lazim ini, FIFA akhirnya mengambil langkah tegas: tak boleh ada tim yang lolos tanpa bertanding. Sebuah laga play-off pun digelar melawan wakil Eropa, yaitu Wales.

Hasilnya? Wales tampil dominan dan menang agregat 4-0, memastikan tiket ke Swedia. Di turnamen tersebut, mereka bahkan melaju hingga perempat final sebelum dikalahkan oleh sang juara, Brasil.

Israel dan Catatan Sejarah

Bagi Israel, kisah ini menjadi bagian unik dalam sejarah sepak bola dunia. Mereka baru benar-benar tampil di Piala Dunia pada edisi 1970 dan itu pun tanpa kemenangan.

Bayang-Bayang 2026

Kini, lebih dari setengah abad kemudian, aroma politik kembali terasa menjelang Piala Dunia 2026. Konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat berpotensi memengaruhi partisipasi tim. Bahkan, pernyataan kontroversial dari Donald Trump turut memperkeruh suasana.

Sejarah 1958 menjadi pengingat bahwa sepak bola, sepopuler dan seuniversal apa pun, tetap tak bisa sepenuhnya dipisahkan dari dinamika politik global. Pertanyaannya kini: akankah Piala Dunia 2026 mengulang kisah serupa, atau justru menjadi panggung persatuan di tengah perbedaan?

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *