Buffett Tetap Jauhi Emas Meski Harga Cetak Rekor

Buffett Tetap Jauhi Emas Meski Harga Cetak Rekor

Warren Buffett. (AP Photo/Nati Harnik)

INDOSBERITA.ID.OMAHA – Di saat harga emas dunia menembus rekor baru pada awal 2026, sikap Warren Buffett tetap tidak berubah. Logam mulia itu sempat menyentuh level US$ 5.589 per ons pada akhir Januari, memicu aksi borong dari bank sentral hingga investor ritel global. Namun, konglomerasi miliknya, Berkshire Hathaway, tidak ikut dalam euforia tersebut.

Memasuki usia 96 tahun dan setelah menyerahkan posisi CEO kepada Greg Abel, Buffett tetap konsisten pada filosofi investasi jangka panjangnya. Ia berpegang pada prinsip bahwa modal sebaiknya ditempatkan pada aset yang mampu menghasilkan arus kas dan nilai tambah nyata bagi perekonomian.

Dalam berbagai kesempatan, Buffett menilai emas sebagai aset yang tidak produktif. Menurutnya, emas tidak menciptakan barang, jasa, maupun inovasi. Kenaikan harganya lebih banyak dipicu sentimen ketidakpastian global dibandingkan fundamental ekonomi.

Ia pernah menggambarkan perbandingan historis: investasi US$ 10.000 di bisnis Amerika sejak era 1940-an dapat berkembang menjadi puluhan juta dolar berkat pertumbuhan dan reinvestasi. Sementara itu, dana yang sama jika ditempatkan pada emas hanya bertambah sebagian kecilnya. Bagi Buffett, pertumbuhan ekonomi riil adalah mesin utama penciptaan kekayaan.

Langkah Berkshire pada 2020 membeli saham Barrick Gold sempat memunculkan spekulasi bahwa Buffett melunak terhadap emas. Namun, kepemilikan itu bersifat sementara dan dilepas dalam waktu relatif singkat. Buffett menegaskan bahwa yang dibeli adalah perusahaan tambang dengan arus kas, bukan emas fisik sebagai lindung nilai.

Menariknya, ia pernah mengambil posisi besar pada perak di akhir 1990-an. Alasannya berbeda: perak memiliki permintaan industri yang luas serta ketidakseimbangan pasokan yang dinilai rasional secara fundamental.

Hingga kini, ketika harga emas terus berkilau, Buffett tetap berfokus pada sektor-sektor produktif seperti energi, perkeretaapian, dan bisnis berbasis inovasi. Baginya, investasi bukan soal mengikuti arus ketakutan pasar, melainkan membangun nilai yang bertahan dalam hitungan dekade.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *