BPJS Kesehatan Siapkan Kapal Rumah Sakit untuk Wilayah 3T, Target Beroperasi 3 Bulan Lagi

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991, yang menjadi Kapal Markas sekaligus Rumah Sakit Terapung milik TNI AL bersiaga mendukung KTT ASEAN di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: Dispenal
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito, mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan program kapal rumah sakit untuk memperluas layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Saat ini, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan tiga kapal rumah sakit, yakni Ksatria Airlangga dan Rumah Sakit Apung (RSA) dr. Lie Dharmawan. Ke depannya, kapal-kapal Angkatan Laut juga akan dilibatkan, setelah mendapat arahan dari Panglima TNI Agus Subiyanto dan Kepala Staf TNI AL Muhammad Ali.
“Program kapal rumah sakit ini menjadi bagian dari Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan 2026-2031. Kami juga sudah membahas skema ini dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin,” ujar Pujo di Kantor BPJS Kesehatan, Selasa (7/4/2026).
Jika berjalan sesuai rencana, kapal rumah sakit untuk wilayah 3T diperkirakan akan mulai beroperasi dalam tiga bulan ke depan. Program ini ditujukan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil, perbatasan, dan pulau-pulau terluar, sekaligus memperkuat implementasi JKN secara merata.
Pujo menambahkan, kehadiran kapal rumah sakit ini tidak hanya menyediakan layanan medis, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memastikan kesehatan masyarakat di wilayah 3T mendapat perhatian setara dengan daerah lain di Indonesia.
Program ini diprediksi akan menjadi terobosan besar dalam pemerataan layanan kesehatan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPJS Kesehatan dan TNI dalam menjangkau wilayah yang sulit dijangkau darat maupun udara.




