BMKG Perkuat Mitigasi Gempa dan Tsunami di Sumur, Pandeglang

BMKG Perkuat Mitigasi Gempa dan Tsunami di Sumur, Pandeglang

BMKG memperkuat langkah antisipasi gempa dan tsunami di Kecamatan Sumur

INDOSBERITA.ID, BANTEN – BMKG memperkuat langkah antisipasi gempa dan tsunami di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, salah satu wilayah paling rawan di provinsi ini. Sumur berada di persimpangan zona Megathrust, sesar aktif, dan Gunung Anak Krakatau, sehingga berisiko tinggi terhadap bencana.

Direktur Seismologi BMKG, Setyoajie Prayoedhie, menekankan pentingnya edukasi kesiapsiagaan melalui Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG). “Risiko bencana dapat dikurangi jika mitigasi dilakukan secara terencana dan melibatkan masyarakat,” ujarnya, Minggu (26/10/2025).

Pandeglang memiliki empat sumber utama ancaman: Megathrust selatan Jawa (M 8,9), sesar aktif Semangko dan Ujung Kulon, zona Graben Selat Sunda, serta aktivitas Gunung Anak Krakatau. Wilayah ini pernah terdampak tsunami 2018 dan gempa M 6,9 pada 2019, menimbulkan korban dan kerusakan signifikan.

Sebagai langkah mitigasi, BMKG memasang tiga unit Warning Receiver System New Generation (WRS-NG) di lokasi strategis dan mengaktifkan sirine peringatan dini di Desa Teluk Labuan dan Sidamukti untuk memperingatkan masyarakat pesisir secara real-time.

SLG di Sumur diharapkan menjadi wadah koordinasi penting untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mengurangi risiko bencana di wilayah pesisir Banten yang rawan multi-hazard ini.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *