BGN Perluas Program Makan Bergizi Gratis hingga Anak Jalanan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (tiga kanan) berbincang dengan sejumlah murid yang sedang menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis 8 Januari 2026. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga menjangkau 82,9 juta penerima manfaat pada Mei 2026. Sasaran program tidak hanya terbatas pada siswa sekolah, tetapi juga mencakup pegawai sekolah, santri pondok pesantren, penghuni panti asuhan, hingga anak jalanan yang selama ini belum terdata.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyampaikan bahwa target tersebut telah ditetapkan dalam regulasi pemerintah dan menjadi bagian dari rencana awal pelaksanaan program nasional pemenuhan gizi.
“Target penerima manfaat sebesar 82,9 juta orang ditetapkan untuk Mei 2026. Angka ini sudah tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 115 dan menjadi target awal yang ingin kami capai,” ujar Nanik saat meninjau pelaksanaan MBG di SMK Negeri 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, perluasan cakupan program dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa pemenuhan gizi merupakan hak setiap anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang maupun tempat tinggal.
“Presiden menekankan bahwa gizi adalah hak anak Indonesia. Karena itu, anak-anak di pondok pesantren, baik yang terdaftar maupun belum terdaftar, termasuk di panti asuhan dan anak jalanan, tetap harus mendapatkan manfaat,” jelasnya.
Selain memperluas sasaran peserta didik, BGN juga berencana menambah kelompok penerima manfaat di lingkungan pendidikan. Ke depan, guru, tenaga kependidikan, serta pengasuh pondok pesantren akan ikut menerima program MBG.
“Cakupan penerima di sekolah juga akan diperluas. Tidak hanya murid, tetapi guru, tenaga pendidik, dan pengasuh pesantren akan mendapatkan jatah makan bergizi,” kata Nanik.
Ia menambahkan, anak-anak yang saat ini belum terakomodasi dalam Sekolah Rakyat juga akan tetap memperoleh manfaat dari program MBG melalui skema perluasan sasaran.
Sebelumnya, BGN mencatat capaian Program MBG dalam satu tahun terakhir melampaui target. Dari target awal 6 juta penerima manfaat pada 2025, realisasinya justru mencapai sekitar 55,1 juta orang. Capaian tersebut menjadi dasar optimisme pemerintah untuk terus memperluas jangkauan program hingga puluhan juta penerima di seluruh Indonesia.




