BBMKG Peringatkan Potensi Rob di Pesisir Bali

BBMKG Peringatkan Potensi Rob di Pesisir Bali

Ilustrasi – Suasana dermaga penyeberangan Sanur-Nusa Penida di Pelabuhan Sanur, Denpasar, Bali, Minggu (1/3/2026) ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

INDOSBERITA.ID DENPASAR –  Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob yang diprediksi terjadi di sejumlah kawasan pantai Bali pada 2–9 Maret 2026. Warga yang beraktivitas di wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan.

Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menyampaikan bahwa potensi rob dipicu oleh fenomena fase perigee yang bertepatan dengan Bulan Purnama pada 3 Maret 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut secara signifikan.

“Peningkatan pasang maksimum berpeluang terjadi di beberapa titik pesisir Bali, sehingga masyarakat perlu mengantisipasi dampaknya,” ujarnya di Denpasar, Minggu, 1 Maret 2026.

Berdasarkan analisis pasang surut dan pemantauan data level air laut, terdapat lima wilayah yang berpotensi terdampak, yakni pesisir selatan Kabupaten Tabanan, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, serta Kota Denpasar.

Meski demikian, pihak BBMKG tidak merinci estimasi ketinggian air laut di masing-masing daerah. Aktivitas yang berpotensi terdampak antara lain kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas warga di permukiman pesisir, hingga usaha tambak garam dan perikanan darat.

Cahyo menambahkan, waktu terjadinya pasang maksimum berbeda-beda di setiap wilayah, baik dari segi hari maupun jam. Karena itu, masyarakat diimbau untuk rutin memantau informasi terkini melalui kanal resmi BMKG guna meminimalkan risiko yang mungkin timbul.(Zr)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *