Bapas Denpasar Libatkan Klien Pemasyarakatan dalam Aksi Peduli Lingkungan

Bapas Denpasar Libatkan Klien Pemasyarakatan dalam Aksi Peduli Lingkungan

Peduli Lingkungan,Balai Pemasyarakatan Gelar Bersih lingkungan.

INDOSBERITA.ID.BALI – Sebagai upaya membangun kembali kepercayaan diri dan tanggung jawab sosial Klien Pemasyarakatan terus dilakukan oleh Balai Pemasyarakatan Kelas I Denpasar. Salah satunya melalui kegiatan bersih-bersih lingkungan yang digelar bersama masyarakat pada Kamis (26/2/2026).

Kegiatan sosial ini dipimpin langsung oleh Kepala Bapas Denpasar, I Kadek Dedy Wirawan Arintama. Menurutnya, pembinaan tidak hanya dilakukan melalui pendampingan administratif, tetapi juga lewat aktivitas nyata yang melibatkan Klien di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan dalam kegiatan sosial menjadi sarana pembelajaran penting. Melalui kerja bersama warga, Klien dilatih untuk bertanggung jawab, disiplin, serta membangun kembali rasa percaya diri sebagai bagian dari komunitas.

Dalam aksi tersebut, para Klien bersama petugas dan warga membersihkan sejumlah fasilitas umum serta area permukiman. Kegiatan mencakup pembersihan lingkungan panti jompo dan pengumpulan sampah di sekitar kawasan tempat tinggal warga.

Salah seorang Klien berinisial MN mengungkapkan rasa antusiasnya mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai pengalaman ini memberinya kesempatan untuk menunjukkan perubahan positif sekaligus memperbaiki citra diri di hadapan masyarakat.

Respons warga pun cukup positif. Mereka mengapresiasi langkah Bapas yang dinilai mengedepankan pendekatan humanis dan produktif dalam proses pembinaan. Interaksi yang terjalin selama kegiatan turut menciptakan suasana kebersamaan dan saling mendukung.

Melalui program berbasis masyarakat ini, Bapas Denpasar berharap Klien semakin termotivasi menjalani kehidupan yang lebih baik, menjauhi pelanggaran hukum, dan aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial. Pendekatan restoratif dan reintegratif yang diterapkan menjadi bagian dari komitmen pemasyarakatan dalam membangun sistem pembinaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *