Bapanas: Stok Beras 2026 Diproyeksi Surplus

Bapanas: Stok Beras 2026 Diproyeksi Surplus

Ilustrasi. Foto: dok MI.

INDOSBERITA.ID JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan beras nasional sepanjang 2026 berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Total stok beras diproyeksikan mencapai sekitar 47,1 juta ton, sehingga dinilai cukup untuk memenuhi konsumsi nasional selama satu tahun.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani, mengatakan proyeksi tersebut menunjukkan kondisi pasokan beras dalam negeri cukup kuat. Hal ini menjadi indikasi bahwa Indonesia tidak akan mengalami kekurangan beras sepanjang tahun.

“Dengan ketersediaan yang ada, kebutuhan masyarakat dipastikan dapat terpenuhi sepanjang 2026,” kata Rachmi di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.

Berdasarkan proyeksi neraca pangan per awal Maret 2026, ketersediaan beras nasional berasal dari stok awal tahun sekitar 12,4 juta ton. Jumlah tersebut kemudian ditambah dengan proyeksi produksi beras sepanjang tahun yang ditargetkan mencapai 34,7 juta ton.

Sementara itu, kebutuhan konsumsi beras masyarakat Indonesia diperkirakan sekitar 31,1 juta ton per tahun atau rata-rata 2,5 juta ton setiap bulan. Dengan perhitungan tersebut, Indonesia diproyeksikan masih memiliki stok akhir tahun sekitar 16 juta ton.

Rachmi menjelaskan kondisi ini menunjukkan bahwa pasokan beras nasional berada dalam posisi surplus. Selain beras, sejumlah komoditas pangan lain juga diperkirakan mengalami surplus, seperti telur ayam dan daging ayam.

Menurut dia, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas pasokan pangan melalui penguatan produksi dalam negeri serta pengelolaan distribusi yang terencana.

Bapanas juga memastikan kebijakan impor untuk beberapa komoditas tertentu telah diperhitungkan sejak awal jika diperlukan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan sekaligus memastikan harga tetap stabil di pasar domestik.

Ia mencontohkan komoditas seperti bawang putih yang sebagian masih dipenuhi dari luar negeri. Namun, kebutuhan impor tersebut telah dihitung secara matang, termasuk waktu kedatangannya, agar tidak mengganggu stabilitas harga di dalam negeri.

Dengan pengelolaan pasokan yang terencana, pemerintah optimistis ketersediaan pangan nasional tetap terjaga meski menghadapi dinamika global.(Zr)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *