Banjir di Pati Lumpuhkan Aktivitas Warga

Banjir yang masih menggenangi sejumlah wilayah di Pati, Jawa Tengah, selama hampir sepekan terakhir membuat warga harus menggunakan perahu untuk beaktivitas, Sabtu, 17 Januari 2026. (Beritasatu.com/Jamaah)
INDOSBERITA.ID.PATI – Sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, masih dilanda banjir hingga hampir satu minggu terakhir. Tingginya curah hujan menyebabkan Sungai Silugonggo, yang juga dikenal sebagai Sungai Juana, meluap. Akibatnya, sekitar 9.000 rumah di 112 desa yang tersebar di 12 kecamatan terendam.
Salah satu desa yang terdampak parah adalah Desa Mustokoharjo, Kecamatan Pati, khususnya Dukuh Ngantru. Air setinggi satu meter membanjiri permukiman warga yang berada di bantaran sungai. Aktivitas sehari-hari lumpuh total, bahkan kendaraan tidak bisa melintas.
Warga pun terpaksa memanfaatkan perahu sebagai sarana transportasi untuk keluar masuk kampung. Meski pemerintah desa telah mendirikan posko pengungsian, sebagian masyarakat memilih bertahan di rumah.
Sriyatun, salah satu warga Desa Mustokoharjo, mengatakan bahwa keluarganya tetap tinggal di rumah meski banjir merendam halaman belakang. “Kami pakai perahu untuk keluar mencari makan. Bantuan baru sempat dapat nasi bungkus sekali kemarin,” ujarnya, Sabtu (17/1/2026).
Banjir di wilayah tersebut telah berlangsung hampir seminggu dan ketinggian air cenderung meningkat. Kondisi ini membuat warga kesulitan beraktivitas dan sangat membutuhkan bantuan logistik. Banjir di Pati bukan fenomena baru; terakhir kali terjadi banjir besar di wilayah ini pada tahun 2020.
Bupati Pati, Sudewo, menjelaskan bahwa banjir kali ini disebabkan luapan Sungai Juana akibat hujan deras. Ia memastikan pemerintah kabupaten akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk menormalisasi sungai agar kejadian serupa tidak terulang.
Sudewo juga meminta warga yang rumahnya terendam parah untuk mengungsi. Pemerintah daerah berkomitmen membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir.




