Bangunan di Km 13 Puncak Sungai Penuh Runtuh Diseret Longsor

Hujan Deras di Kota Sungai Penuh Picu Terjadinya Tanah Longsor
INDOSBERITA.ID.SUNGAI PENUH – Hujan deras yang tak henti sejak Rabu malam membuat kawasan Km 13 Puncak Sungai Penuh porak-poranda. Kamis pagi (27/11/2025), sebuah bangunan yang berada tepat di bibir tebing tiba-tiba ambrol dan terseret longsor. Detik-detik bangunan itu runtuh terekam jelas oleh warga, lalu menyebar cepat di berbagai platform media sosial hingga menyita perhatian publik.
Dalam video yang beredar, terdengar suara gemuruh disusul runtuhan tanah yang meluncur deras dari perbukitan. Bangunan di atasnya tampak perlahan miring sebelum akhirnya roboh dan terseret ke bawah. Beberapa warga yang panik terdengar berteriak sambil mundur untuk menghindari bahaya.
Seorang warga yang merekam kejadian tersebut mengatakan kondisi sejak malam memang sudah mengkhawatirkan.
“Hujan makin deras, angin kencang, tanah sudah lembek. Ini longsor di Kilometer 13 Puncak Sungai Penuh pagi ini,” ujarnya dalam video yang kini viral.
Menurut penuturan warga sekitar, hujan intensitas tinggi membuat tanah perbukitan jenuh air. Beban tanah yang tak lagi stabil membuat lereng kehilangan daya dukung, hingga akhirnya longsor tak dapat dihindari.
BPBD Kota Sungai Penuh langsung turun tangan. Petugas kini melakukan pemantauan ketat di area longsor untuk melihat apakah ada retakan baru atau pergerakan tanah lanjutan. Potensi longsor susulan masih tinggi mengingat cuaca di wilayah tersebut belum menunjukkan tanda-tanda membaik.
Pengendara yang melintas di jalur Puncak Sungai Penuh pun diminta ekstra waspada. Selain jalannya licin, beberapa titik rawan disebut masih berpotensi mengalami pergerakan tanah mendadak.
Sementara itu, BPBD kembali mengimbau warga yang tinggal di kawasan perbukitan serta bantaran sungai untuk tetap siaga, segera menjauh jika melihat tanda-tanda bahaya, dan melapor ke pihak berwenang apabila menemukan retakan tanah, perubahan aliran air, atau suara gemuruh dari perbukitan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Namun kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan di musim hujan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah lereng dan dataran tinggi.




