Bahlil Percepat Mandatori Bioetanol Tengah Harga Minyak

Bahlil Percepat Mandatori BioetanolTengah Harga Minyak

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

INDOSBERITA.ID JAKARTA –  Pemerintah tengah menyiapkan langkah cepat untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) berbasis fosil di tengah lonjakan harga minyak dunia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan percepatan penerapan campuran bioetanol pada BBM menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan pemerintah.

Menurut Bahlil, kebijakan pencampuran bioetanol dengan bensin dinilai lebih ekonomis apabila harga minyak mentah global terus melampaui USD100 per barel. Langkah ini juga dinilai mampu menekan impor BBM sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan di dalam negeri.

Pemerintah sebelumnya menargetkan penerapan mandatori bensin campuran etanol 20 persen atau E20 pada 2028. Namun, rencana tersebut berpeluang dimajukan menyesuaikan kondisi pasar energi global dan dinamika geopolitik yang mempengaruhi harga minyak.

Selain kebijakan E20, Kementerian ESDM juga menyiapkan percepatan program biodiesel B50. Program tersebut merupakan campuran bahan bakar solar dengan 50 persen bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit. Saat ini Indonesia masih menerapkan kebijakan B40, sementara implementasi B50 masih dalam tahap kajian.

Bahlil menegaskan pemerintah terus mencari strategi terbaik untuk memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah situasi global yang tidak menentu.

Lonjakan harga minyak dunia sendiri terjadi setelah harga minyak mentah jenis Brent menembus USD118 per barel, level tertinggi sejak pertengahan 2022. Kenaikan ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Konflik memanas setelah operasi militer besar yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Serangan tersebut memicu balasan dari Iran yang menargetkan sejumlah pangkalan militer dan fasilitas diplomatik di kawasan.

Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar energi global terhadap potensi terganggunya pasokan minyak, sehingga mendorong harga minyak dunia melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir.(Zr)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *