Australia Batalkan Visa Influencer Yahudi Anti-Islam

Australia Batalkan Visa Influencer Yahudi Anti-Islam

Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke (AAP/Dominic Giannini)

INDOSBERITA.ID.PERTH – Pemerintah Australia membatalkan visa seorang influencer Yahudi, Sammy Yahood, yang sebelumnya dikenal luas melalui pernyataan-pernyataannya yang menyerukan pelarangan Islam. Keputusan tersebut diambil menjelang kedatangannya ke Australia, di mana Yahood dijadwalkan menjadi pembicara dalam sejumlah kegiatan.

Asosiasi Yahudi Australia (Australian Jewish Association/AJA), organisasi berhaluan kanan, menyatakan bahwa pembatalan visa dilakukan sekitar tiga jam sebelum penerbangan Yahood berangkat menuju Australia. Influencer tersebut sebelumnya direncanakan menghadiri berbagai acara, termasuk lokakarya bela diri dan pertemuan komunitas.

Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke mengonfirmasi bahwa dirinya secara langsung membatalkan visa tersebut pada Senin malam. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak mentoleransi masuknya individu asing yang membawa atau menyebarkan ujaran kebencian.

“Setiap orang yang ingin datang ke Australia harus mengajukan visa yang sesuai dan memiliki alasan yang dapat diterima. Menyebarkan kebencian bukan alasan yang sah,” kata Burke dalam pernyataan resminya.

Menanggapi keputusan itu, Yahood meluapkan kekecewaannya melalui media sosial. Ia menuding pemerintah Partai Buruh (Labor) bertindak otoriter dan melakukan pembatasan kebebasan berekspresi. Meski demikian, ia mengklaim tetap bersemangat meskipun dilarang memasuki Australia.

“Ini bukan sekadar tentang saya. Ini tentang pemerintah yang melampaui batas, tentang tirani, sensor, dan kontrol,” tulis Yahood.

Sebelumnya, Yahood diketahui beberapa kali mengunggah pernyataan di platform X yang menggambarkan Islam sebagai ideologi berbahaya dan menyerukan pelarangannya. Dalam kunjungan yang direncanakan, ia juga disebut akan meluncurkan kampanye bertajuk peace through strength.

AJA mengkritik langkah pemerintah Australia tersebut dan menyatakan Yahood sedianya dijadwalkan berbicara di sejumlah sinagoge besar serta organisasi lain. Salah satu agenda di Melbourne disebut sebagai sesi pengenalan bela diri yang berfokus pada latihan fisik dan keselamatan pribadi.

Pembatalan visa ini menegaskan sikap tegas Australia terhadap individu asing yang dinilai berpotensi menyebarkan ujaran kebencian dan memicu ketegangan sosial di dalam negeri.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *