Arus Mudik Bali 2026 Diprediksi Lebih Awal

Ilustrasi mudik dengan menggunakan transportasi darat. MI/Bary Fathahillah
INDOSBERITA.ID DENPASAR –Â Pergerakan masyarakat menjelang Idulfitri 2026 di Bali diperkirakan mengalami perubahan pola. Kedekatan jadwal Lebaran dengan Hari Raya Nyepi membuat arus keluar Pulau Dewata diprediksi terjadi lebih awal dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Perhubungan Bali I Kadek Mudarta menjelaskan, peningkatan arus mudik kemungkinan sudah terlihat pada 14–16 Maret 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi perayaan Nyepi yang jatuh pada 19 Maret, sehingga masyarakat memilih bepergian sebelum rangkaian hari suci dimulai.
Menurutnya, kepadatan diperkirakan semakin terasa menjelang Hari Pengerupukan atau malam ogoh-ogoh pada 17 Maret. Pada periode itu, mobilitas warga yang hendak keluar Bali diprediksi bertemu dengan aktivitas masyarakat lokal yang mengikuti rangkaian upacara adat.
Dishub mencatat sejumlah potensi kerawanan, mulai dari penumpukan kendaraan sebelum 18 Maret, lonjakan arus di kawasan wisata, hingga maraknya angkutan tidak berizin seperti travel gelap dan terminal bayangan. Selain itu, kendaraan tidak laik jalan, cuaca ekstrem, serta peningkatan penggunaan sepeda motor juga menjadi perhatian.
Sebagai langkah antisipasi, pengawasan kelaikan armada diperketat melalui ramp check di sejumlah titik. Penertiban angkutan ilegal juga digencarkan, termasuk pemantauan di simpul transportasi utama.
Selama masa angkutan Lebaran 2026, total pergerakan penumpang keluar-masuk Bali diproyeksikan mencapai 2,6–2,65 juta orang. Angka ini mengikuti tren pertumbuhan mobilitas tahunan yang rata-rata meningkat sekitar 5–6 persen.
Sejumlah lokasi menjadi fokus pengamanan, di antaranya Pelabuhan Gilimanuk sebagai gerbang darat dari Jawa, Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai pintu udara, serta jalur Denpasar–Gilimanuk dan Nusa Dua–Denpasar yang kerap dipadati kendaraan.
Wilayah wisata di Badung dan Gianyar juga masuk dalam pemantauan khusus karena berpotensi mengalami lonjakan kunjungan. Sementara itu, arus balik ke Bali diperkirakan meningkat pada H+2 hingga H+3 setelah Idulfitri.
Untuk mendukung kelancaran lalu lintas, pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan operasional kendaraan barang di sejumlah ruas strategis selama periode mudik dan balik Lebaran 2026. Namun, kendaraan pengangkut kebutuhan pokok, bahan bakar, ternak, pupuk, dan bantuan bencana tetap diperbolehkan beroperasi.
Dishub Bali memastikan koordinasi lintas instansi dilakukan lebih intensif tahun ini guna menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran transportasi di tengah beririsanÂnya dua momen besar tersebut.(Zr)




