Antisipasi Hujan Berkepanjangan, BPBD Tebo Perpanjang Siaga Banjir

Antisipasi Hujan Berkepanjangan, BPBD Tebo Perpanjang Siaga Banjir

Sungai Batang Hari

INDOSBERITA.ID.TEBO – Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih membayangi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo memutuskan untuk memperpanjang status siaga banjir. Kebijakan ini diambil setelah BPBD menerima pembaruan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi pada Senin (12/1/2026).

BMKG memprediksi curah hujan dengan intensitas menengah masih akan mengguyur wilayah Kabupaten Tebo hingga Maret 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan debit sungai dan memicu banjir, terutama di kawasan yang berada di sepanjang aliran Sungai Batanghari dan anak sungainya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tebo, Joko Adriawan, menjelaskan bahwa perpanjangan status siaga merupakan langkah preventif agar seluruh unsur terkait dapat bergerak cepat apabila terjadi kondisi darurat.

“Status siaga banjir kami perpanjang hingga Maret sesuai prediksi BMKG Jambi. Tujuannya agar kesiapsiagaan tetap terjaga, baik di tingkat pemerintah maupun masyarakat,” kata Joko.

Ia mengungkapkan, sebelumnya status siaga banjir telah diberlakukan sejak Oktober hingga Desember 2025. Dalam kurun waktu tersebut, tercatat dua kejadian banjir di wilayah Kecamatan VII Koto dan Kecamatan Tebo Ilir.

Menurutnya, banjir tersebut terjadi akibat luapan Sungai Batanghari yang dipicu tingginya curah hujan di daerah hulu. Meski sempat menggenangi permukiman warga, air dengan cepat surut dan tidak menimbulkan dampak kerusakan yang berarti.

“Air naik karena luapan sungai, tapi tidak berlangsung lama. Kondisi segera kembali normal,” jelasnya.

Untuk meminimalkan risiko ke depan, BPBD Kabupaten Tebo juga terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah daerah tetangga yang berada di wilayah hulu sungai. Koordinasi dilakukan guna memantau potensi kiriman air yang dapat memperparah kondisi banjir.

“Kami berkoordinasi dengan Kabupaten Dharmasraya untuk memantau kondisi Bendungan Batanghari, serta memantau aliran Sungai Batang Tebo yang merupakan kiriman dari Kabupaten Bungo,” ungkap Joko.

BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta segera melapor kepada pihak berwenang jika melihat tanda-tanda kenaikan debit air sungai serta mematuhi arahan petugas di lapangan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *