Anis Matta Tegaskan Somaliland Bagian dari Somalia

Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta saat mengikuti Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa (KTM-LB) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-22 di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu 10 Januari 2026. (Antara/Antara)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Pemerintah Indonesia kembali menegaskan sikap politik luar negerinya terkait isu Somaliland dengan menyatakan dukungan penuh terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Republik Federal Somalia. Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta dalam forum internasional tingkat tinggi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa (KTM-LB) OKI ke-22 yang digelar di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (10/1/2026), Anis menekankan bahwa Indonesia secara konsisten menjunjung prinsip integritas teritorial Somalia, termasuk mengakui Somaliland sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari negara tersebut.
“Indonesia tetap pada prinsip mendukung kedaulatan dan persatuan wilayah Republik Federal Somalia, dengan Somaliland sebagai bagian integral di dalamnya,” ujar Anis Matta sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri, Minggu (11/1/2026).
Pada forum tersebut, Indonesia juga menyuarakan penolakan terhadap langkah Israel yang mengakui Somaliland sebagai negara merdeka. Menurut Anis, kebijakan tersebut bertentangan dengan hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan berpotensi memicu ketegangan baru di kawasan Tanduk Afrika.
Meski demikian, Indonesia mendorong agar penyelesaian persoalan Somaliland dilakukan melalui mekanisme internal Somalia dengan mengedepankan dialog damai dan menghormati kedaulatan nasional negara tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Anis mengajak OKI untuk menghidupkan kembali OIC Contact Group on Somalia sebagai wadah kerja sama kolektif guna menjaga stabilitas kawasan serta mencegah potensi eskalasi konflik.
Sikap Indonesia sejalan dengan pernyataan bersama yang sebelumnya diprakarsai Mesir dan didukung oleh 22 negara, termasuk OKI dan Gulf Cooperation Council (GCC). Pernyataan tersebut menegaskan penolakan atas pengakuan Israel terhadap Somaliland dan meneguhkan dukungan terhadap persatuan Somalia.
KTM-LB OKI ke-22 sendiri digelar atas permintaan Presiden Republik Federal Somalia sebagai respons terhadap pengakuan sepihak Israel terhadap Somaliland. Pertemuan ini dihadiri oleh 39 negara anggota OKI, dengan 11 delegasi setingkat menteri luar negeri.
Forum tersebut menghasilkan dua resolusi utama, yakni penolakan terhadap pengakuan Israel atas Somaliland serta komitmen OKI untuk mengantisipasi dampak politik dan keamanan yang ditimbulkan oleh kebijakan tersebut di kawasan Afrika Timur.




