Air Mata dan Doa Iringi Pelepasan Jemaah Haji di Masjid Agung Pondok Tinggi
oleh Asep Sanjaya · Maret 22, 2026

Dihadiri Wali Kota, Pelepasan Jemaah Haji Pondok Tinggi Penuh Nuansa Adat dan Doa
INDOSBERITA.ID.SUNGAI PENUH – Bukan sekadar seremoni, pelepasan jemaah calon haji wilayah Depati Payung, Pondok Tinggi, menjelma menjadi lautan doa dan haru. Di bawah atap Masjid Agung Pondok Tinggi, Minggu (22/3/2026), tangis bahagia keluarga dan lantunan doa bersatu dalam satu suasana yang sulit dilupakan.
Sejak pagi, masyarakat telah memadati ruang utama masjid. Para tokoh adat, alim ulama, hingga warga sekitar hadir membawa harapan yang sama: keselamatan bagi para calon tamu Allah. Di tengah suasana itu, Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah turut hadir, menyatu dengan masyarakat tanpa sekat.
Dalam sambutannya, Alfin tidak hanya berbicara sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut merasakan kebahagiaan dan harapan para jemaah. Ia mengawali dengan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, sebelum menyampaikan doa dan pesan mendalam.
“Kesempatan berhaji adalah panggilan istimewa. Tidak semua orang mendapatkannya. Jaga kesehatan, luruskan niat, dan pulanglah dengan membawa keberkahan,” ucapnya dengan penuh makna.
Namun yang membuat acara ini berbeda adalah kuatnya sentuhan adat yang membalut setiap rangkaian kegiatan. Kenduri yang digelar bukan hanya simbol rasa syukur, tetapi juga menjadi jembatan antara tradisi leluhur dan nilai-nilai keislaman yang hidup di tengah masyarakat.
Alfin menegaskan, tradisi seperti ini adalah identitas yang harus dijaga.
“Di sinilah kita melihat bagaimana adat dan agama berjalan beriringan. Ini bukan hanya pelepasan, tapi juga penguatan kebersamaan dan doa seluruh masyarakat,” katanya.
Di sela-sela acara, tampak keluarga jemaah saling berpelukan, sebagian tak kuasa menahan air mata. Ada rasa bangga, haru, sekaligus doa yang terus dipanjatkan dalam diam.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama. Dalam hening, ratusan tangan terangkat, mengiringi langkah para calon jemaah menuju Tanah Suci.
Lebih dari sekadar tradisi, momen ini menjadi pengingat bahwa perjalanan haji bukan hanya milik mereka yang berangkat, tetapi juga milik seluruh masyarakat yang mengantarkan dengan doa dan harapan.
Bagikan ini:
- Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
- Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak




