Lula Lahfah Pernah Ungkap Ketakutan karena Penyakit GERD

Lula Fahfah. (Instagram.com/@gosip_danu)
INDOSBERITA.ID.JAKARTA – Sebelum mengembuskan napas terakhir pada Jumat (23/1/2026), selebgram yang juga dikenal sebagai kekasih Reza Arap, Lula Lahfah, sempat mencurahkan ketakutannya terkait kondisi kesehatan yang ia alami. Melalui akun Twitter pribadinya, Lula mengungkapkan kecemasan akan risiko meninggal dunia akibat penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) yang dideritanya.
GERD merupakan gangguan pencernaan yang cukup umum terjadi di masyarakat. Meski sering dianggap ringan, kondisi ini sejatinya tidak boleh diabaikan karena berpotensi memicu komplikasi serius bila tidak ditangani dengan tepat. GERD terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan, sehingga menimbulkan sensasi panas atau terbakar di area dada.
Menurut Mayo Clinic, kondisi tersebut dikenal sebagai refluks asam, yakni aliran balik asam lambung yang dapat menyebabkan iritasi pada lapisan kerongkongan. Jika berlangsung dalam jangka panjang, iritasi ini dapat memperburuk kondisi kesehatan penderitanya.
Para ahli medis menyarankan agar penderita segera mencari pertolongan dokter apabila mengalami gejala tertentu yang tergolong sebagai tanda bahaya. Dikutip dari WebMD, Sabtu (24/1/2026), dan telah ditinjau secara medis oleh dokter Minesh Khatri, sejumlah gejala GERD yang perlu diwaspadai antara lain mulas yang semakin sering atau terasa lebih parah dari biasanya.
Selain itu, kesulitan atau nyeri saat menelan, terutama ketika mengonsumsi makanan padat atau obat berbentuk pil, juga menjadi sinyal peringatan. Mual dan muntah yang menyertai mulas, terlebih jika disertai muntah darah atau cairan berwarna hitam, patut segera ditangani secara medis.
Penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas, batuk kronis, rasa tersedak, atau sensasi seperti ada benjolan di tenggorokan juga dapat mengindikasikan kondisi GERD yang memburuk. Penggunaan obat antasida bebas selama lebih dari dua minggu tanpa perbaikan gejala, maupun keluhan yang tetap muncul meski sudah mengonsumsi obat resep, menjadi tanda bahwa evaluasi dokter sangat diperlukan.
Gejala lain yang tak kalah serius meliputi suara serak berkepanjangan, mengi, asma yang semakin parah, hingga rasa tidak nyaman yang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, nyeri dada yang menjalar ke leher, rahang, lengan, atau kaki dan disertai sesak napas, keringat dingin, denyut jantung tidak teratur, serta lemas bisa menandakan kondisi darurat.
Keluhan seperti sakit perut hebat, diare, atau buang air besar berwarna hitam maupun berdarah juga tidak boleh diabaikan. Tenaga medis menegaskan bahwa mengenali tanda-tanda bahaya GERD sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat dan memastikan penderita memperoleh penanganan yang sesuai.




