Ukraina, Rusia, dan AS Gelar Pertemuan Bahas Akhir Perang

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (AP/AP Photo)
INDOSBERITA.ID.ABU DABHI – Upaya mengakhiri konflik Rusia–Ukraina memasuki babak baru. Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat (AS) dijadwalkan menggelar pertemuan trilateral pertama guna membahas jalan keluar dari perang yang telah berlangsung hampir empat tahun.
Menurut laporan Al Jazeera, Jumat (23/1/2026), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan pertemuan tersebut akan berlangsung di Abu Dhabi selama dua hari, yakni pada 23–24 Januari 2026 waktu setempat. Inisiatif ini sejalan dengan dorongan pemerintah Amerika Serikat untuk mempercepat penyelesaian konflik yang pecah sejak 2022.
Zelensky menyampaikan hal tersebut usai melakukan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Dalam pertemuan itu, ia menyebut sejumlah poin penting terkait jaminan keamanan bagi Ukraina telah disepakati.
Selain itu, pembahasan mengenai rencana pemulihan ekonomi Ukraina pascaperang juga dikabarkan hampir mencapai titik akhir. Rencana ini menjadi bagian krusial dari proposal Kyiv, yang sebelumnya menolak gagasan AS karena dinilai lebih menguntungkan Rusia.
“Saya menilai ini sebagai perkembangan yang positif,” ujar Zelensky menanggapi kemajuan pembicaraan tersebut.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Rusia terkait rencana pertemuan trilateral di Abu Dhabi.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi pertemuannya dengan Zelensky berlangsung konstruktif. Namun, Trump menegaskan bahwa proses menuju perdamaian masih berjalan dan memerlukan tahapan lanjutan.
Sebelumnya, utusan khusus AS, Steve Witkoff, menyatakan bahwa kemajuan signifikan telah dicapai dalam serangkaian dialog panjang antara Rusia dan Ukraina. Ia menyebut bahwa negosiasi saat ini hanya menyisakan satu isu utama yang belum disepakati.
“Kita sudah sampai pada satu persoalan inti dan membahas berbagai kemungkinan penyelesaiannya. Artinya, masalah itu dapat diselesaikan. Jika Rusia dan Ukraina sama-sama ingin mengakhiri perang ini, maka kesepakatan bisa dicapai,” kata Witkoff.




