Mengapa Suhu di Gunung Justru Lebih Dingin Meski Lebih Dekat Matahari

Para Pendakian Gunung Api Kerinci,Pada 14 Desember 2025
INDOSBERITA.ID.KERINCI – Ada fakta yang menarik yang harus di ketahui masyarakat,dimana udara di gunung di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, udara semakin dingin saat ketinggian bertambah, meski lokasi tersebut lebih dekat dengan matahari. Banyak orang mengira suhu seharusnya lebih panas di tempat tinggi, tetapi kenyataannya justru sebaliknya.
Salah satu penyebab utama adalah tekanan udara yang menurun di ketinggian. Udara yang naik mengembang dan kehilangan panas tanpa pertukaran energi dengan lingkungan sekitar, sebuah proses yang dikenal sebagai pendinginan adiabatik. Rata-rata, suhu turun sekitar 6,5°C setiap 1.000 meter kenaikan ketinggian. Contohnya, bila suhu di Jakarta 30°C, di puncak Gunung Semeru yang setinggi 3.676 meter, suhu bisa mencapai sekitar 6°C atau lebih rendah.
Selain itu, udara yang lebih tipis dan kering di pegunungan membuat panas lebih cepat hilang. Permukaan gunung yang didominasi batu, vegetasi, dan salju juga memantulkan energi matahari, berbeda dengan dataran rendah yang lebih banyak menyerap panas.
Kombinasi tekanan rendah, udara kering, dan permukaan yang memantulkan panas membuat gunung-gunung tetap sejuk, bahkan di wilayah tropis. Fenomena ini menjelaskan mengapa pendakian di puncak gunung sering terasa jauh lebih dingin dibanding dataran di sekitarnya.




