Sejak sore hari, antrean panjang terlihat di luar gedung komunitas. Area parkir penuh dalam waktu singkat, menandakan tingginya partisipasi publik. Sebelum menandatangani petisi, para peserta mendapat penjelasan mengenai mekanisme dan tujuan referendum yang diusulkan.
Sejumlah warga mengaku datang karena merasa aspirasi Alberta kerap terabaikan oleh pemerintah federal. Sara Moberg, salah satu peserta di Red Deer, menyatakan bahwa ketimpangan perhatian antara Alberta dan wilayah timur Kanada menjadi alasan utama dukungannya.
“Saya ingin melihat perubahan nyata. Masa depan anak-anak kami dipertaruhkan, dan saya tidak ingin mereka mewarisi beban utang yang besar,” ujarnya.
Petisi tersebut digagas Mitch Sylvestre, Direktur Alberta Prosperity Project, yang pada Desember 2025 memperoleh izin resmi dari Komisi Pemilihan Alberta untuk menggalang dukungan publik. Kampanye Stay Free Alberta diberi waktu hampir empat bulan untuk mengumpulkan sedikitnya 178.000 tanda tangan pemilih yang sah sebagai syarat pelaksanaan referendum.
Peserta lain, Tracy Worthington, menilai kemerdekaan dapat memberi Alberta kendali penuh atas kebijakan pemerintahan dan ekonomi. Ia menyebut kelelahan masyarakat terhadap kebijakan anggaran pemerintah federal semakin meluas.
Menurutnya, Alberta memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari energi, pertanian, kehutanan, hingga mineral penting, namun pengembangannya kerap terhambat oleh regulasi yang berbelit.
Sylvestre mengungkapkan kepuasannya atas respons publik. Ia menyebut setiap acara selalu dipenuhi warga dan telah menarik lebih dari 2.000 peserta dalam waktu singkat.
“Ini murni gerakan masyarakat. Setiap malam orang-orang berbaris mengelilingi gedung,” katanya.
Meski demikian, tidak semua pihak memandang jalan menuju kemerdekaan tanpa tantangan. Darwin Graff, warga Sylvan Lake yang hadir di Eckville, mengakui kemungkinan adanya kesulitan awal jika referendum disetujui. Namun ia optimistis Alberta akan bangkit dengan kekuatan sumber daya alamnya, termasuk pasir minyak.
Rangkaian acara penandatanganan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 16 Januari di Okotoks, Drayton Valley, serta kawasan Jembatan Sungai James. Lebih dari 20 kegiatan serupa direncanakan berlangsung di berbagai wilayah Alberta dalam beberapa pekan ke depan.
Sebelumnya, pada 2025, Sylvestre sempat mengajukan pertanyaan referendum serupa, namun dinyatakan tidak konstitusional oleh pengadilan Alberta. Pemerintah provinsi kemudian mengesahkan amandemen RUU 14 pada akhir 2025 yang memungkinkan inisiatif warga tetap dilanjutkan sebelum aspek konstitusional diputuskan.
Di sisi lain, petisi tandingan bertajuk Selamanya Warga Kanada juga disahkan Komisi Pemilihan Alberta. Petisi tersebut telah mengumpulkan lebih dari 400.000 tanda tangan dan diprakarsai mantan wakil perdana menteri Alberta, Thomas Lukaszuk, yang mendorong agar pertanyaan tentang tetap bersatunya Alberta dengan Kanada diajukan ke parlemen provinsi.
Sylvestre menegaskan, jumlah pasti tanda tangan yang dikumpulkan kampanye Stay Free Alberta baru akan diumumkan setelah masa pengumpulan berakhir.