FAA Waspada Penerbangan Amerika Latin

Ilustrasi pesawat United Airlines. (Pexels/Ant Armada)
INDOSBERITA.ID.WASHINGTON – Otoritas penerbangan Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA), telah mengeluarkan peringatan keselamatan kepada maskapai untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi wilayah udara di Meksiko, Amerika Tengah, serta sebagian Amerika Selatan. Peringatan ini dikeluarkan karena adanya laporan tentang aktivitas militer yang berpotensi membahayakan penerbangan sipil.
FAA, melalui serangkaian Notices to Airmen (NOTAMs), meminta agar operator pesawat berhati‑hati ketika terbang di atas wilayah udara Meksiko, sejumlah negara Amerika Tengah, serta wilayah udara Ekuador dan Kolombia. Ancaman tersebut juga diperhatikan di wilayah Samudera Pasifik timur dan Teluk California. Peringatan berlaku selama 60 hari sejak 16 Januari 2026.
Langkah ini datang di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Amerika Latin, seiring operasi dan kehadiran militer Amerika Serikat yang lebih intensif. Ketegangan meningkat setelah serangkaian operasi militer AS terhadap Venezuela awal Januari 2026, termasuk penangkapan terhadap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya oleh pasukan AS, serta ancaman tindakan terhadap kartel narkoba di Meksiko dan Kolombia.
FAA menyebutkan bahwa risiko tersebut tidak hanya muncul karena kemungkinan pergerakan militer, tetapi juga gangguan pada sistem navigasi satelit (GPS) yang dapat memengaruhi keselamatan pesawat pada berbagai fase penerbangan. Ancaman ini dinilai dapat mempengaruhi rute normal pesawat yang biasa melintas di wilayah tersebut.
Sebelumnya, pembatasan wilayah udara akibat aktivitas militer di kawasan telah berdampak pada jadwal penerbangan sipil, termasuk pembatalan dan pengalihan ratusan jadwal penerbangan setelah serangan di Venezuela.
Peringatan FAA ini muncul di tengah kekhawatiran yang lebih luas terkait ketegangan AS–Amerika Latin, terutama soal karantina kawasan udara dan kemungkinan intervensi militer yang terus dibicarakan oleh pejabat AS sebagai bagian dari strategi mereka memerangi jaringan narkoba dan ancaman lain di kawasan tersebut.




