Lavrov Nilai Aksi AS Rusak Kredibilitas Global

Menteri Luar (Menlu) Negeri Rusia Sergei Lavrov mengkritik tajam aksi Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela dan Iran belakangan ini. (AP Photo/Jesus Vargas)
INDOSBERITA.ID.MOSKOW – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengkritik tajam tindakan pemerintah Amerika Serikat (AS) baru-baru ini, termasuk intervensi militer AS di Venezuela dan ancaman terhadap Iran di tengah meningkatnya aksi protes di negara tersebut.
Lavrov menyatakan bahwa perilaku AS telah merusak citra dan kredibilitas global negara adidaya itu sendiri. Menurutnya, langkah-langkah yang diambil AS menunjukkan bahwa negara tersebut telah meninggalkan prinsip-prinsip yang selama ini mereka junjung tinggi.
“Rekan kita, AS terlihat tidak dapat diandalkan ketika mereka bertindak seperti ini,” ujar Lavrov dalam sebuah konferensi pers di Moskow, Kamis (15/1/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Lavrov mengatakan kebijakan AS tidak hanya berdampak negatif pada hubungan bilateral, tetapi juga berkontribusi terhadap kerusakan tatanan global yang selama ini turut dibangun Rusia bersama negara-negara lain. Ia menyampaikan hal ini saat konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Namibia di ibu kota Rusia.
“Tindakan ini dan tindakan lainnya di arena internasional menunjukkan arah yang diambil oleh AS telah menghancurkan seluruh sistem yang telah dibangun selama bertahun-tahun,” tambah Lavrov.
Lavrov menyebut aksi tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Ia menilai penggunaan kekuatan militer dan tekanan politik semacam itu berpotensi melemahkan fondasi hubungan internasional secara keseluruhan.
“Dengan tindakan melibatkan militer dan tekanan, AS melemahkan kerangka kerja hubungan internasional itu sendiri,” tegasnya.
Terkait ancaman AS terhadap Iran, Lavrov menegaskan bahwa Rusia akan terus menjaga komitmen kerja sama bilateral dengan Teheran. Ia menekankan bahwa hubungan antara Rusia dan Iran akan tetap menghormati kesepakatan yang telah disepakati, meskipun menghadapi tekanan dari pemerintahan Presiden Donald Trump.
Dalam penilaiannya, Lavrov menunjukkan bahwa ancaman terhadap Iran merupakan bagian dari pola tindakan AS yang menurutnya merusak tatanan internasional dan kredibilitas Washington di mata dunia.




