Inflasi Naik, Al Haris Gelar Rapat Daerah

Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto
Gubernur Jambi Al Haris mengumpulkan Pemkot Jambi, Pemkab Kerinci, dan Pemkab Bungo untuk membahas pengendalian inflasi berdasarkan laporan BPS.
INDOSBERITA.ID.JAMBI – Gubernur Jambi Al Haris menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kota Jambi serta Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Bungo di Rumah Dinas Gubernur Jambi untuk membahas pengendalian inflasi di daerah. Rapat tersebut digelar menyusul laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) terkait perkembangan harga kebutuhan pokok.
Pertemuan dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Jambi dan Wali Kota Jambi secara langsung, sementara Pemkab Kerinci dan Pemkab Bungo mengikuti rapat melalui sambungan daring.
Al Haris menjelaskan, pembahasan difokuskan pada tiga wilayah yang saat ini menjadi perhatian BPS dalam laporan inflasi. Ia menyebut BPS telah melakukan pemantauan harga di empat pasar utama di Provinsi Jambi.
“BPS sudah melakukan survei di Pasar Angso Duo, Talang Banjar, Pasar Bungur di Bungo, dan Pasar Sula. Dari hasil itu terlihat ada kenaikan inflasi, terutama di Kerinci,” ujar Al Haris.
Menurutnya, komoditas yang paling berkontribusi terhadap kenaikan inflasi antara lain daging ayam ras dan bawang merah. Kondisi tersebut dinilai perlu segera direspons agar tidak berdampak lebih luas terhadap daya beli masyarakat.
Gubernur menegaskan pemerintah daerah telah menyepakati sejumlah langkah intervensi bersama pemerintah kabupaten dan kota. Langkah tersebut mencakup penguatan koordinasi tim pengendalian inflasi daerah serta upaya stabilisasi harga di tingkat pasar.
“Kita minta pemerintah daerah mengambil langkah konkret untuk menekan kenaikan harga agar inflasi tetap terkendali,” katanya.
Al Haris juga mengingatkan seluruh tim pengendalian inflasi daerah agar meningkatkan kewaspadaan menjelang bulan Ramadan. Menurutnya, periode tersebut kerap diikuti lonjakan permintaan yang berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Semua tim inflasi harus bergerak dan berkoordinasi. Apalagi menjelang Ramadan, situasinya cukup rawan dan harus kita antisipasi sejak dini,” pungkasnya.




